BukuHiburanUncategorized

[Buku] Oh My Goodness!, Buku Pintar Seorang Creative Junkies by Yoris Sebastian

January 27, 2020 — by dewaputuam2

main

BukuHiburanUncategorized

[Buku] Oh My Goodness!, Buku Pintar Seorang Creative Junkies by Yoris Sebastian

January 27, 2020 — by dewaputuam2

Sedikit cerita tentang bagaimana saya mendapatkan buku pertama yang selesai saya baca di tahun 2020 ini hehehe. Buku ini adalah pemberian dari salah satu rekan kerja saya di kantor yang lama, Mba Tata. “Terimakasih Mba atas pemberian bukunya, sesuai janji saya ulas buku ini dalam blog saya setelah saya selesai membacanya”. Seperti kebiasaan saya, beberapa poin mungkin akan terbaca sedikit kejam namun perlu saya simpulkan dulu di awal ya tentang buku ini sebelum saya mengulasnya lebih dalam. Harus saya akui kalau Ini buku yang menarik dan layak dibaca untuk orang yang ingin kembali membusting jiwa kreatifnya.

Hal pertama yang membuat saya tertarik dengan buku ini dan menjadikannya bacaan pertama di tahun 2020 ini karena ini buku merupakan karya dari salah seorang penulis buku di Indonesia yang saya kagumi “Yoris Sebastian”. Salah satu tokoh kreatif indonesia yang mungkin beberapa teman pembaca penah membaca salah satu bukunya. Hal kedua, seperti buku yang pernah saya baca sebelumnya yang berjudul “Generasi Langgas” dengan cover buku bisa kita modifikasi menggunakan stiker stiker yang diberikan. Buku “Oh My Goodness!” ini juga mengusung konsep cover yang “tidak normal” karena buku ini secara sengaja mengajak para pembacanya untuk mewarnai sendiri cover bukunya, bahkan di beberapa halaman terlihat bagaimana kreatifitas para pembaca lain yang telah mewarnai buku ini. Namun saya beda, saat yang lain mewarnai, justru saya tidak mewarnai. Karena saya orang yang rebel dan kreatif hehehe (alasan karena sedang malas dan lagi misqueen tidak ada pensil warna).

Hal ketiga dan yang paling penting dari kesemuanya itu adalah isi buku ini sendiri. Issu dan topik yang dibahas menurut saya sederhana dan masih masuk diakal untuk kita terapkan dalam keseharian kita. Masih manusiawi lah sehingga anggapan bahwa kreatifitas adalah suatu barang yang sangat mewah dan hanya dapat didapatkan oleh orang orang tertentu dan golongan tertentu, dari awal sekali sudah di kikis oleh sang penulis. Kreatifitas justru merupakan sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita dan bisa kita latih.

Sekilas Tentang Buku Tanpa Nomor Halaman, untuk para Creative Junkies

Kreatif itu tidak perlu diutarakan, Namun hasilnya sendirilah yang secara senyap berbisik langsung ke otak kita dan berkata secra ghaib “Saya Produk Kreatifitas” (Photo by Shukhrat Umarov from Pexels )

Buku ini tidak begitu tebal yah kira kira hanya. Sebentar, saya lihat lihat ternyata di buku ini tidak ada nomor halamannya ya. Saya tidak begitu tahu apakah ini disengaja oleh penulis sebagai satu lagi contoh kreativitasnya? atau sengaja dibuat agar kita fokus kepada isi dari buku tanpa melihat sudah sampai halaman berapa? atau bahkan kesalahan cetak?. Sederhana si, tapi hal ini justru berdampak besar bagi pembaca seperti saya. Awalnya saya tidak begitu suka dengan konsep ini namun sepertinya saya salah.

Saya pikir, yang paling masuk akal alasan pertama dan kedua karena dalam suatu bagian di buku sang penulis membahas kalau kita harus sesekali lepas dari kebiasaan yang biasa kita lakukan seperti jika kita biasa menggosok gigi dengan tangan kanan, maka sesekali ubahlah dengan menggunakan tangan kiri, jika biasanya kita pergi kerja melalui jalan “A” maka sesekali cobalah melalui jalur “B”. Dan dengan pola yang sama, Jika buku biasanya memiliki nomor halaman, maka karena buku ini kreatif maka dicoba tidak memberikan nomor halaman #kreatif. Namun, bagi saya dan sebagian orang yang terkadang suka lirik lirik nomor halaman jadi berasa ada yang kurang yah tapi sudah lah.

Meski secara umum buku ini bagus, namun saya rasa buku ini sedikit hambar untuk dibaca

Lampu hanya menjadi benda biasa tanpa makna bila kita tidak menyalakannya. Begitu juga dengan ide, seindah indahnya ide seajaib dan seindah bagaimanapun tidak akan bermanfaat saat kita tidak menyalakan dan menerangkan pada apa yang ada disekitar kita (Photo by Nikolai Ulltang from Pexels )

Ini yang saya sebut kejam sebelumnya. Meskipun memang saya akui buku ini buku yang bagus “untuk beberapa orang”. Namun mayoritas topik yang diulas dibuku ini sudah pernah saya temukan dari buku buku pengembangan diri lainnya. Rumusannya secara umum tetap sama yaitu Pertama, Bukan genetik yang menentukan segalanya, jadi semua orang bisa melakukannya. Kedua, Teruslah berlatih, dapatkan tim dan lingkungan yang mendukungmu untuk kreatif, belajarlah dengan mentor (boleh siapa saja) semua orang adalah guru kita, Berpikirlah diluar kotak. Dah pada intinya seperti itu. Cukup sedikit konsep dan gagasan yang memberikan Aha momen bagi saya. Salah satu frasa yang menurut saya paling nyelekit dan menarik di buku ini adalah.

Jangan hanya asal beda (out of the box), Boleh saja keluar atau keluar dari pakem atau kebiasaan. Tapi harus disesuaikan dengan target dan tujuan yang sebetulnya ingin dicapai. Jangan sampai asal kreatif tapi tak menghasilkan apa-apa selain sensasi.

Yoris Sebastian

Selain permasalahan yang sebelumnya saya bahas. Hal yang paling saya sayangkan adalah untuk beberapa topik dan kasus saya rasa terlalu sering diulang dengan tambahan ide yang tidak begitu signifikan dari bagian yang sebelumnya yang dibahas. Seperti contohnya keberhasilan sang penulis dalam mengadakan kegiatan “I Like Monday” saat dia di Hard Rock Cafe. Pada dasarnya kasus ini memang menarik untuk dibahas, namun dalam buku ini, kira kira lebih dari lima topik yang sama itu dibahas berulang yang menurut saya itu sedikit berlebihan.

Itu saja yang ingin saya bahas dari buku yang berjudul Oh My Goodness!, Buku Pintar Seorang Creative Junkies karya Yoris Sebastian. Sebagai penutup, jika teman teman sedang butuh buku buku tentang kreatifitas, ini buku yang tepat sebagai permulaan. Namun bila teman teman sekalian sudah banyak membaca buku terkait kreatifitas, pengembangan diri dan lain sebagainya, saya rasa tunggu sebentar lagi saja, tunggu mungkin akan ada versi baru yang diperkaya kasus kasus baru yang penulis dapatkan dan saya harap si dapat dibahas di versi update lainnya dari buku ini dikemudian hari atau bahkan akan ada buku baru lainnya dari penulis Yoris Sebastian hehehe.

Salam

Dewa Putu A.M.

dewaputuam

I'm a Disaster Analyst, Agro-Climatologist, and GIS Analyst. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe reading too.

2 comments

  • Tata

    January 27, 2020 at 2:25 pm

    Bahahahahaha mantul sekali review-nya! Tbh, aku belum baca loh. Tapi mungkin setelah ini akan langsung baca dan coba selesaikan untuk melihat apa kita bakal punya pengalaman yang sama. Masih bertani ala Thanos di pulau seberang? Kalau sudah panen, aku siap sumbang tenaga untuk bantu ngabisin! :p

    Reply

    • dewaputuam

      January 27, 2020 at 3:52 pm

      Lha malah belum baca kak?,.. lumayan bagus kak tapi ya itu agak hambar hehehe.
      Masih kak jadi Thanos di Lampung, tapi besok selsa dah balik ke jakrta lagi wkwkwk

      weee belum panen sist

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *