main

Daily LifeOpiniPsikologiUncategorized

Penge”Tidak”tahuan juga Perlu Kita Punya

May 11, 2019 — by dewaputuam0

document-2178656_1920-960x640.jpg
Saya sedikit kurang paham bagaimana faedahnya ada bohlam diatas buku sana, bukankah ngeri ngeri sedep bila kita meletakan bohlam diatas sana dan bagaiamana cara membacanya agar bohlam itu tidak pecah tentunya akan menjadi pekerjaan rumah tersendiri (sumber: Freepik jannoon028)

Kurang cerdas, bodoh, dungu bahkan idiot terkadang menjadi kelompok kata yang haram sekali disandangkan pada seseorang. Orang terkadang atau bahkan dapat saya katakan sering kali tersakiti dan tertriger untuk membalas ucap ucapan itu dan memberikan bentuk kata sifat yang sama atau mungkin lebih buruknya dari kata kata tersebut. Berbeda dengan keempat jenis kata sebelumnya, semua dari kita tentunya ingin disebut sebagai orang yang cerdas, kreatif bahkan genius meski tidak jarang kita justru menunjukan sikap sikap yang justru sebaliknya.

Suatu hal yang normal dan menurut saya pun tidak ada yang salah dari kedua sikap kita terhadap dua kelompok kata sifat yang saling bertolak belakang terssebut. Tentunya lebih banyak dari kita akan menyukai hal hal yang baik dan menghindari yang buruk bukan. Kitapun dibesarkan dengan cara dan budaya yang begitu mengagungkan kepintaran daripada kebodohan. Hal ini terlihat dari didikan orang tua kepada anaknya yang bila melakukan hal hal yang menyenangkan selalu dikatakan “Anak pintar” dan hampir mustahil orang tua tersebut mengatakan “Bodo sekali lu” kecuali saat saat tertentu yang mengakibatkan orang tua secara tidak sengaja kelepasan berucap demikian.

Semua mengerikan justru saat kita mengetahui segala hal

Ini adalah suatu paradoks pengetahuan. Paradoks ini mudah sekali kita temuan disekitar kita bahkan dalam era sosial media ini akan semakin mudah lagi kita akan menemukan dan menyadari keberadaan paradoks yang akan saya bicarakan ini. keberadaan paradoks inilah yang kemudian memotivasi saya untuk membuat sedikit tulisan tentang hal ini. Sebelum memasuki paradoks tersebut ijinkan saya sedikit bercerita tentang apa yang saya rasakan akhir akhir ini. Baru beberapa saat yang lalu kita telah melaksanakan pesta demokrasi terbesar di jagat, yang sayangnya banyak juga korban yang melayang ntah itu karena kelelahan ataupun berbagai penjelasan yang tentunya masih bergulir liar hingga tulisan ini ditulis.

Yang ingin saya soroti bukanlah kisah duka tersebut melainkan pertempuran para ahli nya ahli, intinya inti dan core of the core netijen yang maha benar dengan segala kemaha benarannya. Banyak sekali hal hal ajaib tercipta selama pertarungan kampreter dan cebonger selama ini bahkan percikan percikan perdebatan itu sebagian masih menghangat meski pemilu telah usai. Secara ajaib dan tidak terduga duga dari pertarungan kedua pihak tersebut, kita baru tersadar ternyata kita banyak sekali memiliki ahli ya, dari ahli politik, ahli ekonomi, ahli militer, ahli agama, ahli teknologi informasi dan bahkan sekarang ahli kesehatan. Tak ayal dengan begitu banyaknya ahli ahli tersebut kata kata bodoh, tolol bego dungu pun berhujanan membasahi para terdakwa pendustaan dan kriminalitas akal pikir.

Melihat itu semua, kebodohan yang selama ini menetap pada diri saya seketika merintih dan menjerit, mungkin karena sesamanya dipergunjingkan dan disepelekan. saya merasa orang orang cerdas sekarang memiliki ego yang begitu kuat dan sangatlah buas melibas kebodohan kebodohan yang ada, dan kemudian apakah kebodohan didunia ini akan musnah dengan hal itu? tentunya tidak. Semakin banyak orang cerdas yang demikian tentu akan semakin banyak orang bodo yang ditindasnya. Dan sebagi salah satu perwakilan dari orang bodo tersebut, maka saya minta ijin untuk melakukan pembelaan dan sedikit mengenalkan Dunning Kruger effect.

Dunning Kruger Effect menurut saya cukup menjelaskan fenomenda kemaha tahuan para netijen saat ini, dan segala keajaibannya pun dapat terungkap disini. (Sumber: Twitnya @josephsudiro)

saya sedikit tidak tega menyampaikan hal ini, namun menurut saya ini adalah hal yang menarik dan penting untuk kita ketahui dan pahami bersama agar kita tidak terjebak pada fase kemahatahuan kita selama ini. Menurut Dunning Kruger, rasa percaya diri seseorang akan berfluktuasi seiring dengan bertambah pengetahuannya. Jika boleh jujur, pada jaman sosial media dan segala kecanggihan internet ini kita ditabrak oleh banyak sekali informasi dan luarbiasanya banyak sekali dari informasi informasi tersebut yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Hal ini berdampak pada suatu kondisi dimana kita mengetahui sedikit pada banyak hal sekaligus. Kondisi demikianlah yang kemudian memunculkan benih benih kemaha tahuan para netijen. Pengetahuan yang sedikit dan baru pada suatu hal mengaktifkan rasa percaya diri seseorang jauh melampaui batas dan kemampuannya, kemudian dengan tanpa ragu pun tidak jarang kita melemparkan komentar-komentar “cerdas” kita ke dunia maya.

Rasa anonimitas yang ditawarkan intenet juga ikut andil pada semakin percaya dirinya mengutarakan pendapat, meski terkadang pendapat yang diutarakan jauh sekali simpangannya dari topik yang sedang dibahas. Semua ini demi kecepatan dan peghematan kuota sehingga ada gambar atau infografis nyeleneh dikit komentar, ada judul yang aneh sedikit kita juga komentar. Menyedihkan sekaligus lucu saat kita sering melihat banyak sekali orang orang cerdas diluar sana dengan begitu ajaibnya berkomentar hal hal yang jauh dari topik dan mudah sekali terjebak oleh judul judul pancingan.

Menurut saya, kita tidak boleh seperti ini terus. Terus terjebak kedalam perasaan kemaha tahuan sendiri dan meski tahu terjebak justru kita sering kali semakin memendamkan tubuh kita pada jebakan tersebut dan tidak mengakui bahwa sebenarnya masih ada yang tidak kita ketahui. Cukup akui saja bahwa tidak semua hal kita ketahui dan pintu fase selanjutnya akan terbuka lebar bagi kita. Kegiatan ini tidak hanya perlu kita lakukan sekali seumur hidup namun hampir setiap saat karena ntah disadari ataupun tidak meski pada beberapa subyek kita sudah benar benar ahli, namun pada objek objel lainnya kita hanyalah “pintar”.

Agar tidak terjebak pada kemaha tahuan kita, kita harus meyakini satu hal yakni ” Bahwasanya di Dunia ini tidak ada yang benar-benar benar” bahkan pernyataan itu sendiri tidaklah benar-benar benar.

Dewa Putu AM

Bodo itu tidak salah, yang salah itu jika kita hanya sekedar bodo saja

Menjadi seseorang yang bodo itu bukanlah suatu kesalahan, bukan pula suatu kutukan. Saya sangat senang bila saya dikatakan sebagai orang bodo, meski sesekali doa doa kutukan selalu saya panjatkan dalam diam teruntuk orang-orang yang mengatakan demikian. Namun pada dasarnya bodo itu bukanlah suatu hal yang terlarang. Kalau kata Einstein “Stupidity has no limit, human inteligence does”. Dari quotes tersebut kida dikenalkan pada suatu yang tak terbatas dan yang terbatas. Dari kuotes tersebut kita juga dapat dengan mudah mendefinisikan siapa sebenarnya yang memiliki keterbatasan, lalu pertanyaannya mana yang ingin kita pilih apakah sesuatu yang terbatas ataupun tidak terbatas hehehe.

Monyet yang sangat pinter nge Dab #hasek. Maaf salah fokus, ini sebenarnya sebuah ilustrasi seekor monyet yang sangat payah berenang bila dibandingkan dengan ikan. (Sumber: freepik)

Bodo itu tidak salah, yang salah itu jika kita hanya sekedar bodo saja. Yup, yang salah itu bila kita hanya memiliki kebodohan itu sendiri tanpa memiliki hal lainnya. Saya mengatakan demikian adalah hal yang salah bukanlah berarti hal tersebut adalah hal yang berdosa. Salah yang saya maksud disini lebih pada suatu yang tidak benar, tidak ada dan mengada ngada. Kita tidak mungkin hanya memiliki kebodohan saja, setiap dari kita pasti memiliki kecerdasan ntah itu dalam bidang saja. Hal ini sama halnya dengan ikan yang memang tidak sepintar monyet dalam memanjat pohon tetapi jangan ragukan kepintarannya dalam berenang diair dan begitu pula sebaliknya pada monyet.

Bodoh yang murni dan alami itu salah dan mengada ngada, begitu pula dengan cerdas yang murni dan alami itupun tentu juga mengada ngada. Dalam hidup kita masih sangat perlu kebodohan, yah setidaknya untuk memastikan masih ada sesuatu yang perlu kita cerdaskan. Sama halnya dengan kecerdasan dan kebodohan meski kita tahu bersama juga bahwa Penge”Tidak”tahuan juga Perlu Kita Punya setidaknya untuk memastikan bahwa masih ada yang harus kita ketahui di dunia ini. Apalah menariknya di dunia yang kita tahu secara utuh dan menyeluruh yang mana kita tidak bisa berharap menemukan hal hal menabjubkan terjadi. Hingga suatu ketika saya yakin dengan ‘agak’ pasti, kita akhirnya menemukan satu satunya hal baru saat kita sudah mengetahui segalanya adalah keberadaan ketidak tahuan itu sendiri. Dari situlah kemudian sebuah pintu gerbang baru akan mulai terbuka dan membawa kita kita bergerak menuju kepada petualangan baru dan juga sesuatu ketidak tahuan utuh yang tentunya baru, hal ini kemudian berulang lagi dan lagi, hingga suatu waktu kita terpanggil untuk menguji semuanya dihadapan Nya.

Sudah, saya rasa itu saja dulu tulisan saya saat ini. Tulisan ini saya tulis untuk merayakan hari turunnya ilmu pengetahuan atau lebih dikenal umat hindu sebagai Hari Raya Saraswati. Terkait ilmu mana yang pertama kali turun kedunia ini? Saya rasa saya yakin menjawab bahwa ilmu pengetahuan yang pertama kali muncul didunia ini adalah ilmu tentang tidak tahuan.

Salam tidak tahu kenapa

Dewa Putu AM.

Sumber Feature Image by Pexels from Pixabay

BukuDaily LifeHiburanOpiniUncategorized

[Buku] Army of None, “Senjata Otonom dan Masa Depan Perang”

May 3, 2019 — by dewaputuam0

scifi-3617337_1920-960x603.jpg
Ilustrasi Buku Army of None karya Paul Scarre, Buku yang menarik dan membuka mata kita tidak hanya tentang robot otonom tapi juga tentang senjata dan perang. (Sumber gambar: CNAS)

Saya mengetahui tentang buku ini pertama kali saat judul buku tersebut masuk kedalam daftar 5 buku terbaik di tahun 2018 menurut Bill Gates yang ia bagikan di story instagram resminya. Melihat judulnya yang menarik dan tema yang unik saya pun tertarik untuk membacanya. Dan akhirnya hingga adi malam dengan bahagia akhirnya buku ini menjadi buku berbahasa inggris pertama yang berhasil saya baca tuntas. Saya senang dapat menyelesaikan buku ini dan saya berharap sih ini menjadi suatu awalan bagi saya untuk dapat mengakses lebih banyak lagi buku buku yang saya inginkan, mengingat banyak buku buku bagus dan ingin saya baca relatif lama dan saya tunggu sekian lama tak kunjung di alihbahasakan dan kemudian diterbitkan dalam bahasa indonesia.

Dengan saya selesaikannya buku ini setidaknya nambah PD untuk membaca buku buku seperti itu hehehe. Hal ini karena dari dulu beberapa kali beli buku dengan bahasa inggri selalu terganjal dengn bahasa dan malas untuk bolak balik kamus untuk mengartikannya. Hingga akhirnya saya menggunakan google playbook semua jadi terasa lebih mudah dan hitung hitung sebagai salah satu media belajar berbahasa inggris bagi saya hehehe.

Oke, kembali ktopik bahasan. Pada tulisan ini saya ingin memberikan sedikit ulasan dan pendapat tentang sebuah buku karya Paul Scarre yang berjudul Army of None. Secara garis besar buku dengan ketebalan 532 halaman termasuk dafar pustaka dan lampiran foto foto lainnya ini menggambarkan dan menceritakan tentang robot otonom dengan segala perkembangan dan kemudian kelebihan juga kelemahannya. Meski terlihat bahwa buku ini ditulis oleh seseorang yang mendukung aksi pelarangan robot otonom penuh, namun yang saya suka dari penulis ini adalah pemberian narasi yang sangat minim bias subyektifitas untuk pihah yang pro dengan robot otonom dan yang saya sukai dari buku ini adalah kemampuan sang penulis dalam menyusun ceritanya sehingga tidak monoton dan membiosankan untuk dibaca disertai pengungkapan fakta fakta yang mengagetkan terkait perang dan persenjataan.

Sebagai salah satu penghargaan terhadap buku ini dan ekspresi saya yang menyukai buku ini maka pada tulisan ini saya akan mengulas hal hal menarik yang saya temui pada buku ini. Jika tertarik silahkan teman teman lanjutkan bacaan ini #monggo

Narasi Perang Dunia Ke III yang Hampir Saja Terjadi

Buku ini diawali dengan sebuah narasi yang menurut saya sudah menggambarkan segala pergulatan batin tentang baik tidaknya sebuah senjata otonom melalui suatu kejadian yang mungkin banyak orang tidak ketahui bahwa bumi ini pernah hampir kiamat. Ini sebuah peristiwa di zaman perang dingin antara Soviet dan Amerika. Saat itu perlombaan senjata nuklir membawa kedua kubu kedalam suatu kondisi tipis tipis mendekati perang nuklir.

Ilustrasi ledakan nuklir, Jika bentuk ledakannya bisa berbentuk ala badut yang lagi ngece gitu semakin epik tampaknya ya hehehe (Sumber ilustrasi ExtremeTech)

Dalam ketegangan yang terjadi, pada malam hari tanggal 26 September 1983 Letkol Stanislav Petrov sedang berjaga dan mengemban tugas sebagai pelapor untuk peluncuran nuklir. Malam itu sirine tanda bahaya berbunyi dan berdasarkan satelit yang dimiliki oleh Soviet, Amerika telah meluncurkan roket berhulu ledak nuklirnya ke udara, dalam keraguannya jikalau saat itu terjadi kesalahan sistem kemudian muncul peringatan lagi yang ke dua dan seterusnya hingga ke lima yang menggabarkan bahwa lima roket telah meluncur dari Amerika.

Saat itulah Stanislav Petrov menghadapi pilihan yang berat dan penuh dengan keambiguan, tidak mudah baginya untuk memutuskan apakah peringatan tersebut benar ataupun sebuah kegagalan sistem dan tentunya kedua pilihan tersebut memiliki konsekuensi yang sangatlah besar bahkan dapat memicu terjadinya perang nuklir. Hingga waktu waktu terakhir akhirnya Stanislav Petrov menahan reaksi serangan untuk memastikan benar apa yang sedang terjadi.

Dan benar saja, ternyata tidak ada serangan dan objek yang terdeteksi sebagai peluncuran roket tersebut hanyalah pantulan sinar matahari oleh puncak awan. Coba bayangkan apa yang terjadi bila sistem peluncuran nuklir tersebut adalah sebuah sistim yang otonom, mungkin saja dunia akan jauh berbeda dengan hari ini.

Buku yang Bercerita [Tak Hanya] Tentang Robot

Meskipun pada bab bab awal buku ini menggambarkan seberapa cepat perkembangan robot saat ini baik yang bergerak didarat, lautan hingga udara. Baik yang bergerak sebagai robot tunggal maupun yang berbentuk kawanan (swarm). Di awal kita disuguhkan betapa dasyatnya perkembangan robot dari yang otomatis (Automatic) yang secara sederhana merasakan dan menjalankan aksi sesuai dengan program linear/ atau batasan situasi yang telah diberikan atau secara sederhana dapat disebut sebagai threshold-based system. Automated (saya tidak tahu padanan kata yang pas untuk istilah ini) sebagai suatu sistem yang mulai komplek dengan program nonliniernya dan memiliki pembobotan pembobotan pada masing masing pilihannya atau secara sederhana dapat disebut sebagai rule-based system. Hingga yang terakhir adalah Otonom (Autonomous) sebagai suatu sistem “robot” yang telah memiliki kecerdasan dapat menentukan sendiri langkah langkah yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (goal-based/self-directed system).

X-47B sebagai salah satu drone yang secara otonom pada tahun 2013 dapat mendarat di sebuah kapal induk dan menjadinya sebagai salah satu batu pijakan penting menuju perkembangan tekhnologi senjata otonom.

Dalam buku ini, Paul Scharre tidak hanya menampilkan perkembangan robot otonom dengan segala citranya yang dibangun seperti pada film film fiksi ilmiah dari astroboy hingga terminator. Namun lebih dari itu, buku ini juga menjelaskan perkembangan pertarungan manusia dari saling pukul, melempar batu, menuju pada senjata tajam, panah, senjata api senjata mesin dan seterusnya dengan berbagai konsekuensi yang diakibatkan baik dari segi teknis, segi efektifitas dalam perang hingga segi moral yang ditabrak. Berdasarkan itu pula kemudian Paul Scharre dengan sangat apiknya menyandingkan dan membandingkan kedua sisi sentimen positif dan negaif dari senjata otonom.

Dalam penjelasan dan proses membangun narasinya tersebut diungkap pula beberapa fakta yang membuat saya kaget dan terdiam sementara. Salah satunya adalah dalam perang ternyata lebih dari 80% tentara sengaja memelesetkan tembakannya agar mengarah pada arah yang salah dan tidak mengenai target seperti diatas kepala, dan beberapa sisi yang sengaja mereka simpangkan agar tidak mengenai musuh mereka. Hal ini diakibatkan oleh suatu penghambat alamiah suatu spesies untuk tidak membunuh sesamanya, namun karena kondisi psikologis, tekanan dari pihak berkuasa, difusi tanggung jawab, dehumanisasi musuh serta peningkatan jarak secara psikologis, pada akhirnya hambatan alamiah manusia yang menjadikan keengganan untuk membunuh abai dan terkalahkan.

Chappie, sebuah film tentang robot otonom yang cakep dan agaknya saya jadi ingin nonton lagi stelah baca buku ini dibandingkan dengan film terminator, ini lebih oke kayak e (sumber: Digital Trends)

Saya rasa faktor-faktor inilah yang dimanfaatkan dan di modifikasi oleh orang orang yang berkepentingan baik pihak militer maupun pihak perekrut terorisme dalam menyiapkan seseorang untuk siap membunuh sesamanya. Sehingga terkadang kita kita tidak melihat ekspresi bersalah dan tertekan pada pelaku pembunuhan baik dalam suatu operasi militer maupun aksi aksi tidak bertanggung jawab yang terorganisir lain seperti tindakan terorisme. Saya akan coba menguraikannya secara singkat satu persatu, bukan untuk mengajarkan cara cuci otak tetapi sekedar informsi agar tidak terperosok kedalam hal tersebut, karena disekitar kita baik secara sadar ataupun tidak sudah bertebaran hal hal tersebut.

  • Pertama adalah mengkondisikan psikologis seseorang dengan berbagai cara seperti salahsatunya adalah memaparkannya pada informasi dan situasi situasi ekstrim.
  • Kedua adalah meberikan tekanan berdasarkan kekuasaan, baik dengan fisik langsung maupun tindakan tindakan yang menyebabkan seseorang tidak berdaya untuk menolak.
  • Cara ketiga adalah mendifusikan tanggung jawab dengan cara pembagian tugas yang guyub dan rumit sehingga mengaburkan fakta terkait siapa yang bertanggung jawab sebenarnya.
  • Cara keempat adalah dehumanisasi musuh dengan mengikis sisi humanisnya baik secara langsung maupun dengan narasi yang berputar yang memberikan sisi jahat, hewan dan tidak manusiawinya musuh tersebut dan jauh dari sisi manusia. Atau dengan menggantikan target manusia pada musuh menjadi target target fisik lainnya seperti bangunan dll yang kemudian secara tidak langsung juga emberikan dampak pada musuh
  • Cara kelima adalah membuat suatu jarak fisik dan psikologis antara seseorang dan musuhnya hingga kemudian juga dapat memberikan efek dehumanisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan jarak fisik dan juga memisahkan dan meningkatkan perbedaan perbedaan antara lawan dan musuh sehinggi muncul penggolongan yang ekstrim.

Jadi melenceng ya dari yang seharusnya. Sebenarnya tidak, karena ternyata dalam kajian kajian yang di jelaskan dalam buku tersebut, ternyata kehadiran senjata otonom akan meningkatkan kelima faktor tersebut yang kemudian menjadikan pembunuhan musuh menjadi sesuatu peristiwa yang biasa dan tidak ada yang perlu menanggung beban tanggung jawab karenanya. Hal inilah yang kemudian ditakutkan meski harus diakui pengaplikasian enjata otonom dapat meningkatkan presisi dan efektifitas dalam peperangan, nmaun sebagai dampak sampingnya yang mengaburkan beban tanggung jawab dan lainnya maka opsi perang akan semakin mudah untuk dipilih. Dan tentunya hal tersebut bukanlah hal yang diinginkan. Biar bagaimanapun juga “There is no glory in war” (Silvia Cartwright )

In a world where autonomous weapons bore the burden of killing, fewer soldiers would presumably suffer from moral injury. There would be less suffering overall. From a purely utilitarian, consequentialist perspective, that would be better. But we are more than happiness-maximizing agents. We are moral beings and the decisions we make matter.

(Paul Scharre, Army of None)

Ini suatu qoutes yang paling saya sukai dalam buku ini. Dari quote ini kita diingatkan bahwa bukan sekedar agen yang hanya mengejar dan memaksimalkan kebahagiaan diri kita, kebahagiaan apapun itu baik kebahagiaan di dunia ataupun kebahagiaan diakherat. Kita tercipta untuk lebih dari itu, kita adalah entitas moral yang segala tindakannya memiliki arti, baik untuk diri sendiri, orang lain dan mungkin bila boleh sedikit hiperbola saya dengan yakin mengatakan bahwa kita jugalah yang menjadi bagian dalam menggerakan dunia ini akan kemana dimasa depan apakah baik ataupun suram tergantung dari tinakan kita dan keberanian kita bertanggung jawab setelahnya.

Saya kira cukup itu dulu untuk cerita tentang buku Army of None saat ini, saya suka buku ini dan menilai 4/5 dan jika teman teman berminat silahkan baca hehehe dan ingat belilah secara legal (tapi kalau pingin link yang ilegal silahkan hubungi saya hehehe #bercanda). Sampai jumpa pada tulisan saya berikutnya

Salam ala cyborg

dewa putu a

Sumber Sumber
  • Scarre, Paul, “Army of None: Autonomous Weapons and the Future of War”,2018
  • Featured Image by Computerizer from Pixabay

BukuDaily LifeHiburanOpiniUncategorized

Rekomendasi 7 Buku Terbaik yang Layak Kita Koleksi dan Baca

April 23, 2019 — by dewaputuam0

5924-min-960x641.jpg
Buku adalah salah satu teman terbaik manusia. Ia menyimpan pesan, rasa dan suasana masa lalu dan sekarang, mengabadikannya untuk masa kini dan masa yang akan datang (Sumber Ilustrasi: jannoon028 Freepik)

Untuk ikut serta dalam memeriahkan hari buku sedunia yang dirayakan setiap 23 April, pada kesempatan kali ini saya akan menyodorkan sekaligus merekomendasikan 7 Buku terbaik yang pernah saya baca, setidaknya hingga saat ini. Saya akui ini bukan suatu pilihan yang mudah karena menurut saya buku-buku yang saya baca mayoritas bagus-bagus, karena buku yang kurang bagus biasanya tidak pernah selesai saya baca hehehe. Dari kesekian buku yang telah saya tersebut kebanyakan memiliki ciri khasnya masing masing dan tentunya tidak sedikit yang akhirnya membuka mata saya tentang hal hal yang sebelumnya tidak saya sadari. Tidak perlu berlama lama lagi, berikt ini adalah 7 Buku Terbaik yang Layak di Koleksi dan di Baca menurut saya.

#1 “Man’s Search for Meaning” karya Viktor E. Frankl

Buku “Man’s Search for Meaning” karya Viktor E. Frankl adalah satu buku terbaik yang saya baca hingga saat ini, banyak kesan yang tertinggal dari buku ini. (Sumber: Medium.com)

Hingga saat ini, jika ditanya dan diminta untuk merekomendasikan satu saja buku terbaik yang layak untuk dibaca temen teman sepertinya saya tidak akan bingung dan dengan senang hati saya merekomendasikan buku ini. Ini adalah buku yang paling memberikan kesan bagi saya dan banyak sekali “Oooo moment” yang saya alami selama membaca buku ini.

Buku Man’s Search for Meaning menceritakan kisah hidup penulis dalam kamp pengkonsterasian Nazi selama Perang Dunia ke II. Dari buku ini kita diberitahukan bahwa apa yang diinginkan manusia dan terus memberikan motivasi seorang manusia untuk hidup dan menjalani hidup adalah karena ada makna yang diyakini dan diperjuangkan. Dari sini kita belajar bahwa terkadang memang kita temui orang orang yang bertindak buruk dan keji bagi kita sebenarnya tidak sekedar mengejar tahta ataupun kekuasaan namun lebih dari itu ada sebuah makna yang sedang ia perjuangkan.

Apapun bisa dirampas dari manusia, kecuali satu: kebebasan terakhir seorang manusia, kebebasan untuk menentukan sikap dalam setiap keadaan, kebebasan untuk memilih jalannya sendiri.

Viktor E. Frankl

Melalui buku ini kita akan dikenalkan suatu konsep terkait logo terapi (terapi makna) yang didalamnya dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari hari. Salah satu konsepnya pernah saya tuliskan di dalam tulisan saya yang berjudul “Paradoxical Intention” Untuk Melupakan, Kau Harus Mengingatnya di link ini. Paradoxical Intention pada intinya adalah suatu paradox yang membuat suatu hal menjadi nyata saat kita sangat berusaha agar hal tersebut tidak terjadi, namun sebaliknya akan begitu sulit tercapai ketika kita sangat menginginkannya. Saya membaca buku ini melalui platform google playbook, jika berminat versi cetaknya sepertinya masih dijual di beberapa toko buku online.

#2 “Don’t Follow Your Passion” karya Cal Newport

Saya memilih buku ini karena melihat bukunya yang cukup nyeleneh dibandingkan buku buku sejenis lainnya. (Sumber Gambar: Femina)

Jika teman teman sudah terlalu jenuh dengan petuah petuah yang memberi semangat kita untuk “bermimpi besarlah kalian, kejar passion kalian, kalian akan sukses bila kalian mengerjakan apa yang anda cintai” dan frasa frasa serupa yang membuai kita tentang indahnya bekerja sesuai passion, dalam buku ini kita akan dibangunkan dari mimpi kita.

Buku ini tidak memandang buruk orang orang yang mengejar passion mereka, buku ini sekedar mengingatkan bahwa tidak semua passion anda akan memberikan kesuksesan di kemudian hari. Alih alih berjibaku dan menjadi kutu loncat demi mengejar sebuah passion, buku ini mengajarkan kepada kita agar kita memberdayakan dan terus mengembangkan apa yang telah dan sedang ada di sekitar kita. Dengan mengembangkan apa yang telah ada kita akan terus memperbaiki diri menjadi “begitu baik sehingga tidak ada yang bisa mengabaikan kita”.

#3 “O” sebuah novel karya Eka Kurniawan

Eka Kurniawan dan Bukunya yang berjudul “O” (Sumber gambar CNN Indonesia)

Agar tidak terkesan sebagai orang yang mabuk akan buku buku pengembangan diri yang selalu optimis dan melakukan salam salam super ala MLM agaknya ada baiknya saya sedikit memasukan salah satu novel terbaik yang pernah saya baca. Novel ini memiliki judul yang sangat singkat, hanya satu huruf di sana yaitu “O”. Novel ini merupakan karya yang menurut saya epik dari seorang novelis bernama Eka Kurniawan.

Secara garis besar novel ini menceritakan sebuah kisah cinta nan tragis dari seekor monyet yang mencintai seorang raja dangdut. NOvel ini adalah kombinasi antara komedi, keabsurd-an dan filosofis (meskipun saya sudah lupa letak filosofinya dimana). Yang saya suka dari buku ini adalah kelihaian sang penulis dalam menceritakan berbagai tokoh tokohnya yang absurd dari monyet, burung hingga kaleng sarden bekas yang digunakan untuk menampung koin topeng monyet.

Jika teman teman menginginkan bacaan ringan namun bertabur nilai nilai moral didalamnya, saya merekomendasikan buku ini untuk teman teman baca dengan segelas teh atau kopi panas.

#4 “Origin” sebuah novel dari Dan Brown

Buku yang sebelum penerbitannya sudah saya tunggu ber minggu minggu atau bahkan lebih dari sebulan (Sumber gambar: Whitehots)

Ini adalah buku Dan Brow kedua yang pernah saya baca setelah Inferno. Meskipun beberapa orang yang telah membaca karya karyanya Dan Brown menilai buku ini akan sama monotonnya dengan buku buku yang lain, namun berhubung saya baru membaca satu karya Dan Brown waktu itu maka saya kurang begitu mengharapkan keberagaman alur cerita dari sang penulis ini.

Saya akui alur dari buku ini memang sama dimana ada tokoh terkenal kemudian mati dengan meninggalkan misteri yang harus dipecahkan oleh Profesor ahli Symbology kita Robert Langdon dan kemudian terjadi kejar kejaran dan konflik semakin rumit dan blam kasus terselesaikan namun ada yang menggantung, dan kemudian muncul lah plot twist ke dua yang membalikan apa yang kita pikirkan sebelumnya. Seperti itu pola yang saya tangkap. Plot twist pamungkasnya secara berat hati dan dengan sedikit mengecewakannya sudah dapat saya tebak bahkan sebelum pertengahan cerita ini. Tetapi yang membuat saya terus melanjutkan ceritanya adalah, misteri utama berupa jawaban dari dua pertanyaan terpenting umat manusia seperti apa yang diungkap dalam novel ini.

Terlepas dari bisa ditebaknya tiwist yang diberikan dan alurnya yang mirip dengan cerita dan brown lainnya. Novel ini masih layak dibaca karena dapat memberikan kita arti dan maksud dari berbagai karya seni dan objek-objek yang di lalui oleh profeseor symbologi kita ini. Terkait jawaban dari kedua pertanyaan penting umat manusia tersebut saya sudah membuat sedikit ulasan saya dalam blog ini dengan judul “Fisika Asal Mula dan Evolusi Kehidupan” dalam link ini.

#5 “The Great Shifting” karya Rhenald Kasali

Saya adalah salah satu orang yang cukup suka membaca karya Prof Rhenald Kasali. Dari beberapa buku yang saya baca, buku ini menurut saya merupakan buku yang terbaik. Meskipun saya sedikit bingung memilih antara buku Distruption dan The Great Shifting ini namun karena menurut saya lebih banyak hal hal menarik diulas di sini maka saya memutuskan buku inilah karya yang paling saya suka.

Buku Karya Prof R. Kasali yang menurut saya sarat akan penjelasan penjelasan logis terkait hal hal menarik yang ada di dalam kehidupan kita saat ini. (Sumber Gambar: Rumah Perubahan)

Yang saya suka dari buku ini adalah cara sang penulis dalam menjelaskan Revolusi 4.0 sebagai suatu pergeseran besar. Tidak seperti beberapa tulisan yang menggambarkan Revolusi 4.0 sebagai suatu pemanfaatan besar besaran tekhnologi terkini untuk meningkatkan profit. Prof R. Kasali menjelaskan Pergeseran besar ini sebagai suatu kerangka mendasar yang bergerak dan berubah “dengan memanfaatkan tekhnologi tekhnologi yang ada”. Fokus pada buku ini adalah pergeserannya dan bukan hanya alatnya.

Disini banyak sekali dijelaskan fenomena fenomena yang terjadi di sekitar kita selama ini baik itu yang baik seperti fenomena berbagi kita hingga yang buruk seperti Cyber Bullying. Penjelasan yang diberikn buku ini juga menurut saya masuk akal dan mudah dimengerti. Saya secara kusus membahas buku ini melalui tulisan saya yang berjudul “[Buku] The Great Shifting” yang dapat teman teman baca melalui link ini. Konsep yang ada dalam buku ini juga saya tuliskan dalam posting saya yang berjudul “Kepribadian Lain” di Dunia Online dan Melirik Urgensi Revolusi Industri 4.0 pada Manajemen Bencana.

#6 The Everything Store: Jeff Bezos and the Age of Amazon karya Brad Stone

Buku The Everything Store Karya Brad Stone ini menceritakan salah perjalanan hidup dan bisnis manusia terkaya di dunia saat ini Jeff Bezos (Sumber Gambar LEAP.)

Buku ini sudah lama sekali saya baca dan sudah banyak hal yang saya lupakan dari ini buku hehehe. Secara garis besar buku ini menceritakan kisah seorang Jeff Bezos dengan impian yang tinggi dan usaha yang gigih akhirnya mampu menjadi orang terkaya di Dunia. Namun itu bukanlah impian tertingginya. Ia memiliki impian sejak kecil untuk dapat terbang keluar angkasa, dan dengan kekayaan yang begitu berlimpah sat ini ia dengan Blue Origin nya sedang berlomba melawan Elon Musk dengan SapaceX nya untuk merambah dan mengexplorasi luar angkasa.

Dari buku ini kita akan diberikan informasi informasi menarik, tidak hanya kelakuan Jeff Bezos yang sadis untuk mencapai tujuannya dengan memakan sumber sumber daya manusia terbaik dan juga tidak segan untuk memberhentikan pendirinya sekalipun jika tidak dapat mengimbangi kecepatan pertumbuhan Amazon.Kita juga diberikan gambaran trik trik yang dilakukan Amazon dalam memahami dan menguasai pasar nya hingga membuatnya menjadi Toko terbesar di dunia yang cerdas. Berawal dari toko buku dan popok, amazon kini menjual segalanya.

#7 Elon Musk: Tesla, SpaceX, and the Quest for a Fantastic Future karya Ashlee Vance

Tidak adil rasanya bila saya memasukan buku biografi Jeff Bezos tanpa memasukan pula buku biografi rivalnya Elon Musk yang digadang gadang sebagai Tony Stark nya dunia nyata. Buku ini juga yang saya rasa cocok mengakhiri daftar saya kali ini karena buku inilah buku yang saya tunggu tunggu versi bahsa indonesianya sekian lama. Sekalinya muncul di toko buku yang versi bahasa indonesia tanpa pikir panjang saya pun langsung mengakuisisinya.

Elon Musk, Sang Tony Stark yang hidup di dunia nyata. Sama seperti Jeff Bezos, sosok ini adalah penggila buku sejak kecil dan kini juga sama sama berlomba dalam mengeksplorasi luar angkasa dengan SpaceX nya (Sumber Gambar: Medium)

Buku karya Ashlee Vance menceritakan kisah hidup seorang kutu buku genius dan aneh dari Afrika Selatan yang kemudian berangkat ke Amerika untuk mengadu nasib dan hingga saat ini akhirnya ia dikenal sebagai Tony Stark di dunia Nyata. Elon Musk adalah seorang yang sudah Jenius sejak kecil, di usia 12 tahun ia sudah dapat menciptakan sebuah game bernama Blastar yang kemudian dijualnya seharga 500 dolar. Tidak berhenti dari situ, ia yang sejak kecil gemar membaca buku dari berbagai genre ini membawanya menjadi seorang Expert Generalist yang secara sederhana dapat dikatakan seorang ahli untuk segala hal.

Keahliannya di segala bidang ini dibuktikan oleh dirinya dengan cara mengubah pandangan pandangan yang ada selama ini mungkin terasa aneh dan mustahil menjadi suatu yang nyata dan keren. Ia turut membangun sebuah tekhnologi finansial yang kini disebut sebagai Paypal yang kemudian mampu mendistrupsi cara pandang orang terkait finansial. Di sektor otomotif, ia mengubah pandangan orang yang dulunya merasa mobi listrik sebagai seuatu yang aneh dan tidak keren designnya menjadi suatu karya seni yang keren dan menawan dengan deretan mobil Teslanya bahkan akselerasinya dapat bersaing dengan mobil mobil buas saat ini. Di bidang energi ia menciptakan Solar City, di bidang explorasi luar angkasa seperti yang sudah disebutkan sebelumnya ia membuat SpaceX yang salah satu roketnya membawa satelit Indonesia baru baru ini.

Saya rasa cukup sampai sini saja dulu rekomendasi buku buku terbaik yang menurut saya layak teman teman koleksi dan baca. Sekian dari saya, selamat hari buku se dunia,

Salam literasi

dewa putu am

Feature Image by jcomp – www.freepik.com

BencanaDaily LifeLingkunganUncategorized

Extinction Rebellion dan 12 Tahun Tersisa

April 22, 2019 — by dewaputuam0

6720.jpg

Melalui tulisan kali ini saya akan sedikit bercerita dan berdiskusi apa yang sedang marak dan ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Bukan tentang carut marut perpolitikan kita dan hiruk pikuk pilpresnya. Sudah terlalu banyak yang membicarakan hal itu dan mungkin saja teman teman sama seperti saya yang sudah jengah dan bosan dengan topik itu. Bukan berarti topik tersebut tidak penting, namun saya rasa saya ang ramah remah kerupuk ini tidak sudah terlalu jenuh mendengar dan membaca hal hal tersebut, jadi kita bahas saja hal hal yang mungkin saja jarang ada dalam lingkup perhatian teman teman, namun percayalah topik ini merupakan hal yang sangat penting dan mendesak untuk kita bahas dan sesegera mungkin harus kita selesaikan setidaknya tidak lebih dari 12 tahun, sebelum semuanya terlambat.

Kita bukanlah generasi yang buruk, kita (atau mungkin kalian) memiliki tingkat kepedulian yang sangat tinggi. Tidak kurang aksi aksi solidaritas selama ini teman teman tunjukan dan jujur saya sangat terkagum dan terharu melihat hal hal tersebut. Kita sudah banyak melihat betapa besar kepedulian teman teman dari banyaknya aksi solidaritas kepada sesama yang mengalami musibah baik bencana maupun penganiayaan, solidaritas terhadap hewan hewan yang mendapat perlakuan sewenang wenang dan juga solidaritas kepada alam yang dirusak oleh orang orang tidak bertanggung jawab. Banyak hal yang teman-teman perlihatkan hingga saat ini, dan itulah yang menjadi salah satu alasan saya menuliskan tulisan ini.

Cerita ini dimulai dari Aksi Extinction Rebellion

Selamat hari bumi. Mungkin kalimat itu banyak kita lihat hari ini dengan berbagai bahasa yang disampaikan melalui berbagai macam platform baik media sosial maupun media media penyebaran berita. Ditengah hiruk pikuknya politik di negeri kita ini, dan ditengah kesedihan yang mendalam atas aksi teror di Sri Langka, Ada sekelompok orang yang berjuang untuk hal yang mungkin terlihat naif dan orang orang ini menamakan diri mereka sebagai “Extinction Rebellion” yang kira kira jika di artikan secara harfiah sebagai “Pejuang Kepunahan”.

Satu dari sekian banyak Pemrotes Iklim (Extinction Rebellion) yang ditangkap pada Hari Seni Pagi oleh kepolisian London Saat melakukan aksi (Sumber Foto: Penelope Barritt/REX/Shutterstock)

Dalam sepekan terakhir mereka membuat “keributan” dan memperjuangkan apa yang mereka anggap penting dan mungkin akan terlihat halu untuk sebagian dari kita yang untuk memikirkan diri sendiri saja masih susah hehehe. Dilansir dari VOA Indonesia, Mereka yang telah membuat sebagian kota London macet total ini menginginkan pemerintah mendeklarasikan keadaan darurat iklim dan ekologis, mengurangi emisi gas rumah kaca menjadi nol sampai pada 2025, dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati (sumber VOA Indonesia). Menurut saya ini adalah salah satu aksi yang gila dan nekat. Namun mengingat waktu yang kita miliki sekarang, saya rasa ini merupakan aksi yang hebat dan layak dilakukan.

Ini Bukanlah Sekedar tentang Bumi, Ini Tentang Kita dan Masa Depan Kita

Perubahan iklim tidak hanya sekedar suatu cerita kenaikan suhu rata rata bumi semata. Namun perubahan itu akan berdampak pada perubahan perubahan lain yang tentunya akan semakin membuat kita terpojok dan kritis. Sebagai awal saya akan sedikit menggambarkan dan memberikan hitung hitungan sederhana tentang apalah arti peningkatan suhu 1.5 derajat itu. Ini sebnarnya adalah suhu batas yang menurut para ahli merupakan batas kemampuan kita untuk menanggung beban dari perubahan iklim.

Sekarang kita anggap peningkatan suhu rata rata harian dalam satu tahun adalah 1.5 derajat celsius. Ini peningkatan rata rata dalam satu hari yang berarti merupakan hasil jumlah peningkatan suhu selama satu hari lalu dibagi dengan 365 hari. Jika kita kalikan dengan 365 maka setidaknya total perubahan suhu dalam satu tahun adalah 450an derajat celsius. Jika kita bagi rata setiap harinya tentu akan dihasilkan peningkatan suhu dalam satu hari sebsar 1.5 derajat, yang menurut kita tidak lah berbeda secar signifikan dibanding hari hari biasa. Akan tetapi sayangnya tidak demikian, 450 celcius derajat ini tidak dibagi secara merata, ada hari dimana suhu meningkat sangat drastis. Hal inilah yang kemudian muncul dalam bentuk pemberitaan gelombang panas dan panas ektrim yang akhir akhir ini dan mungkin beberapa waktu kedepan banyak diberitakan

Peningkatan suhu mungkin tidak begitu menjadi perhatian bagi orang orang yang berada di wilayah tropis, hanya saja terkadang suhu yang sangat tinggi akan meningkatkan pula keluh kesah orang orang didalamnya. JIka suhu saja yang meningkat sebenarnya tidaklah begitu masalah dengan kita yang terbiasa berpanas panasan ini. Namun peningkatan suhu pada kenyataannya juga datang bersama kawan kawannya yang berarti pula meningkatnya pula bencana bencana hidrometeorologis baik dari intensitas maupun durasinya.

Peningkatan kebencanaan hidrometeorologis sperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrim dan kekeringan mungkin kalian sudah tahu bersama telah semakin sering terjadi di sekitar kita. Untuk memberikan gambaran berikut ini saya sampaikan rekapitulasi kejadian bencana di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir yang memperlihatkan bahwa 98% bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi, Perubahan iklim yang terjadi diprediksi juga akan meningkatkan jumlah serta intensitas kejadian bencana bencana hidrometeorologis ini.

Ketika kita berbicara tentang bencana maka pembicaraan ini tentunya tidak hanya berkisar pada topik topik naif tentang penyelamatan bumi. Menurut hemat saya seharusnya justru kita lah yang harus diselamatkan, bukan buminya, dengan cara ‘menyelamatkan bumi’. Karena sebenarnya kitalah yang perlu menjaga bumi kita agar tetap sesuai untuk tempat hidup kita.

Ini bukanlah sekedar tentang Bumi, ini justru tentang kita dan masa depan kita. Mereka, para Extinction Rebellion bukan hanya memperjuangkan masa depan “Mereka” namun juga memperjuangkan masa depan kita bersama bumi kita beserta segala kekayaan yang ada. Jangan sampai apa yang dikatakan Greta Thunberg terjadi.

Saat cucu cucu kita nanti bertanya dan menyalahkan kenapa kita tidak melakukan aksi untuk menghadapi perubahan iklim ini saat waktu masih ada. Ya, kita saat ini masih memiliki waktu.

Setidaknya 12 tahun lagi hingga semua kesempatan yang ada akan hilang dan perubahan iklim akan kian menjadi dan membawa kita pada Jaman kepunahan masal ke 6, yang bukan suatu hal yang tidak mungkin kalau kita juga nantinya akan masuk daftar itu. Apa yang akan kita pilih dan lakukan, Sebagai generasi yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi seperti yang saya sebutkan dalam paragraf paragraf awal tentunya sudah tahu. Ini bukan pada apa yang perlu kita tahu, tapi apa yang harus kita lakukan segera. Oia sebagai tambahan berikut ini ada satu cuplikan film yang bagus.

salam dari saya

dewa putu am

BukuDaily LifeHiburanOpiniUncategorized

[Buku] Orang-Orang Biasa, Andrea Hirata

April 18, 2019 — by dewaputuam0

orang-orang-biasa-andrea-hirata-960x960.jpg
Ilustrasi Buku Orang-Orang Biasa yang merupakan karya ke 11 Andrea Hirata, (Sumber gambar: MarkasBuku.com

Buku ini menceritakan kisah getir, keren nan bodoh dari Sepuluh sekawan. Sekawan-Sekawan biasanya hanya lima orang kan yak, Seperti yang Andrea Hirata dalam salah satu bab yang berjudul Idealisme ia juga mengatakan seperti itu. Dari bab yang sama pula penulis ini melakukan curhat colongan dengan keren sih menurut saya dan mengatakan bahwa menulis tokoh utama yang berjumlah sepuluh (sepuluh sekawan) bukan main susahnya. “Pengarang yang tak kuat mental akan mundur karena bukan main susahnya mengingat nama sepuluh orang itu”. Hahahah ni penulis songong amat yak, melalui tulisan itu dia secara langsung menyanjung dirinya sendiri bahwa ia adalah penulis yang kuat mental. Dan tentulah saya akui dia memang penulis yang seperti itu dan juga hebat (huaaaaa next novel please next novel…).

Sekilas tentang buku dan isi nya yang biasa-biasa ini

Menurut apa yang diruliskan di Mizanstore, buku “Orang-Orang Biasa” merupakan karya ke 11 dari seorang Andrea Hirata dan buku yang saya baca adalah terbitan Bentang Pustaka cetakan Februari 2019. Buku dengan sampul berwarna kuning dan bergambar seseorang menggunakan topeng monyet sedang memikul buntelan ini memiliki sekitar 300 halaman dan 40 bab. Saya rasa tidak terlalu tebal juga tidak terlalu tipis untuk sebuah buku novel dan untuk normal akan dapat dilahap sekitar 1 hingga 2 hari.

Kembali pada segi cerita, Seperti yang sudah disebutkan diawal, Orang-Orang biasa merupakan sebuah kisah tentang Sepuluh sekawan yang rata rata memiliki tingkan inteligensi dibawah rata rata dengan segala kelakuan yang ajaib. Mereka terkumpul di barisan bangku paling belakang kelas baik secara alami maupun secara tidak alami (ada juga sedikit unsur kesengajaan). Ini bukan kisah sepuluh sekawan yang dengan kebersahajaannya saling bahu membahu dan kompak dalam menaklukan dunia, cerita mereka tidaklah sehebat itu namun tidak pula kurang hebat dari pada itu.

Kebersaman mereka terus terjaga hingga mereka tumbuh dewasa bahkan beberapa dari mereka sudah menikah (ada yang berkali-kali) dan sebagian pula telah memiliki anak. Hingga dewasa, kadar kekonyolan mereka tidaklah berkurang bahkan dapat dikatakan semakin meningkat. Namun semua berubah ketika salah satu anak mereka di terima di jurusan kedokteran salah satu kampus ternama di Negeri, namun sayangnya uang awal yang harus dibayar untuk masuk jurusan itu sangatlah besar sehingga tidaklah mampu orang tua dari si anak itu membayar bahkan untuk meminjam di koperasi simpan pinjam ataupun bank ia tidak bisa.

Seolah menjadi secercah harapan bagi kelompok mereka yang sedari dulu terikat dalam lingkaran setan kebodohan dan kemelaratan, mereka pun dengan sekuat tenaga dan kerjasama yang tidak kompak merencanakan suatu misi yang sangat besar yang kemudian mengubah wajah dan pandangan seisi kota.

Opini saya yang biasa ini untuk buku Orang-Orang Biasa

Ijinkan saya untuk sedikit mengatakan kalimat klise yang merupakan template dari berbagai opini saya tentang buku yang saya baca. Berikut frasa tersebut. “Buku ini sangat bagus dengan ide dan cara bercerita yang unik dan menarik.” yah kira kira seperti itu kalimat awal saya untuk memberikan opini pada buku ini.

Harus saya akui buku ini sangat bagus dan lucu. Meskipun penokohannya untuk beberapa karakter saya rasa tidak begitu kuat dai kesepuluh sekawan dan hanya beberapa yang saya anggap sangat menonjol, semacam kurang proporsional gitu. Karena hal tersebut saya melihatnya beberapa tokoh malah digendong oleh karakter tokoh lainnya tanpa memberikan suatu peran yang berarti. Justru beberapa tokoh sampingan banyak diceritakan dan lebih berkarakter dibandingkan sepuluh sekawan itu.

Jika kita lihat gambaran besarnya, sepuluh sekawan ini tetaplah diceritakan dengan baik dan fokus oleh sang penulis, jikalau proporsi masing masing karakter dalam sepuluh sekawan tersebut kurang optimum cukup masuk akal dan bisa dimaklumi sih karena untuk membuat 10 tokoh tersebut bukanlah hal yang mudah seperti yang dituliskan oleh sang penulis pada paragraf awal.

Ada satu lagi yang saya cukup sayangkan dari buku ini adalah, tokoh sepuluh sekawan pada akhir akhir cerita kenapa tergambar begitu keren ya, seolah kebodohan mereka yang dulu hilang begitu saja setelah rencana rencana mereka berakhir, meski ada satu kejadian konyol terjadi setelah rencana mereka berhasil dilaksanakan namun pada bagian akhir cerita sentuhan sentuhan kejenakaan yang kecil namun ngena yang pada awal awah terhambur begitu saja tiba tiba hilang dan muncul lah sosok baru yang benar benar beda dan keren.

Salah satu isi dalam buku Oran-orang Biasa (Sumber Gambar: Bentang Pustaka)

Ini sebuah cerita tentang kehidupan penghuni bangku belakang yang selama ini diidentikan dengan murid murid begundal dan bodoh, yup cukup begundal dan bodoh digambarkan pula dibuku ini. Namun lihat lah saat mereka bersatu dan beraksi, mereka tetaplah begundal dan bodoh. Namun mereka tidak dapat disepelekan dan direndahkan karena merka juga bisa hebat.

Ada suatu padangan saya tentang orang orang yang selama ini selalu duduk di bangku belakang, ini dari saya yang duduk di dua baris terdepan ya. Hal ini baru saya renungkan akhir akhir ini stelah membaca buku orang orang biasa.

“Orang orang bangku belakang bukanlah orang orang yang paling sedikit mendapatkan pelajaran di kelas. Bila orang orang yang duduk didepan belajar pada guru [saja]. Orang orang di bangku belakang lebih dari itu, mereka tidak hanya belajar dari guru, tetapi belajar pula dari murid murid lain didepan mereka, tidak hanya soal pelajaran tetapi juga tentang kehidupan” . Oleh karena itu adalah suatu yang sangat mungkin jikalau esok mereka justru lebih berhasil dari pada orang orang yang duduk di bangku depan #Kayaknyabegitusih

(Dewa Putu AM, 2019)

Saya rasa sekian dulu dari saya, saya merekomendasikan buku ini untuk teman teman baca sebagai salah satu hiburan sembari menikmati teh atau kopi. Karena buku ini sangat layak untuk dibaca hehehe

Salam hangat dari orang orang biasa

Dewa Putu AM

BencanaDaily LifeLingkunganOpiniUncategorized

[Opini]Mencari sosok “Sexy Killer” di karya Watchdoc.

April 16, 2019 — by dewaputuam0

Sexy-Killers-01-2-960x654.jpeg

Kemarin sore banyak dari teman saya yang membagikan sebuah video dokumenter karya Watchdoc yang berjudul Sexy Killer. Hanya dari tumbnailnya sudah dapat terlihat ini tentang batubara karena disana secara eksplisit ditampilkan terdapat sebuah kapal tongkang sedang mengangkut segunung batu bara yang saya tidak tahu akan mengarah kemana.

Tumbnail sebuah film dokumenter karya Watchdoc yang berjudul “Sexy Killer” yang sedang hangat diperbincangkan saat ini. Apa yang membuatnya Sexy? (Sumber Gambar, Geotimes)

Awalnya saya hanya tertarik menonton trilernya saja karena full video cukup panjang yakni 01:28:55. Cukup panjang untuk sebuah video yang disebarkan melalui youtube. Yang menurut hemat saya sebuah video yang menarik biasanya sekitar 4-8 menit saja jikalau panjang cukuplah sampai belasan menit, karena itu sudah sangat membosankan dan terlalu lama. “Lalu apakah hal penting yang disampaikan dalam video ini sehingga teman teman saya bersama lebih dari 6 juta orang lainnya menonton dan membagikan sebuah video yang sangat panjang tersebut? Hal sexy apakah yang sedang dibahas disana?” Atas dasar rasa penasaran tersebut akhirnya saya “menyisihkan” satu setengah jam saya untuk menonton film dokumenter itu, sembari bertanya tanya siapa gerangan si sexy killer itu. (Hingga Tanggal 16 April 2019 Pukul 13.14, video tersebut telah di lihat oleh 6,076,798 orang )

Video ini diawali dengan sebuah cuplikan video sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu di sebuah hotel yang mewah. Dari sini ditampilkan pula barang barang elektronik yang kita sering jumpai dalam kehidupan sehari hari beserta besaran energi yang dikonsumsinya. Dan kemudian diakhir cuplikan menggantung tersebut terdengarlah kata kata gaib nan ajaib

“Kita semua tahu adegan selanjutnya, yang tidak kita lihat sehari hari adalah bagaimana listrik bisa sampai ke ruangan ini”

Setelah kata kata itu secara ajaib muncul, seketika saya berharap muncul kata kata “iklan layanan masyarakat ini didukung oleh bla bla bla dan bla.” Namun ternyata tidak, cuplikan ini bukanlah akhir, namun adalah awal karena dalam cuplikan selanjutnya justru mereka mengawali apa yang akan mereka ceritakan selanjutnya dari sebuah ledakan di tambang batubara.

Ijinkan saya sedikit menceritakan hal apa yang disampaikan dalam video tesebut

Lubang galian tambang di Kalimantan Timur yang dibiarkan menganga begitu saja tanpa pengelolaan yang baik dan benar dan kemudian menimbulkan banyak korban yang kebanyakan adalah anak anak karena tenggelam. (Sumber Gambar CNN Indonesia)

Dari sinilah kemudian sang pembuat video dengan indah dan jeniusnya menggambarkan masalah masalah apa yang dulu bahkan sampai sekarang sedang terjadi di pertambangan kita, baik dari hulu hingga hilir. Cerita ini diawali dengan kisah kisah bermasalahnya pertambangan batu bara itu sendiri dimana keberadan tambang batu bara merampas hidup dan penghidupan masyarakat sekitar yang sebelumnya dibawa pemerintah untuk membangun pertanian di daerah tersebut. Dan ironisnya pemerintah pula lah yang kemudian merusak penghidupan mereka sebagai petani dengan membangun tambang batu bara.

Permasalahan yang ada kemudian dibuka secara perlahan oleh sang empunya video. Mulai dari permasalahan ruang tambang yang abai bahkan mengorbankan penghidupan dan hidup masyarakat sekitar. Lahan lahan pertanian dan tempat tinggal mereka terus diusik dan diusir secara perlahan oleh tambang. Keberadaannnya yang sangat dekat dengan lingkungan publik, menyebabkan banyaknya permasalahan kemudian timbul dari rusaknya pencarian dan tempat tinggal hingga hilangnya beberapa nyawa anak anak tak berdosa. Dan biadabnya hal ini kemudian dikatakan pemerintah setempat dalam sebuah wawancara sebagai suatu hal yang biasa, sembari terkekeh kekeh dan berkelakar seolah membahas opera sabun yang di tontonnya semalam.

Dari cuplikan ini saya semakin penasaran apa apa saja yang akan diceritakan oleh Watchdoc dalam videonya kali ini yang mengundang perhatian sebegitu banyak orang. Video tersebut kemudian beralih pada permasalahan transport dari dari batu bara menuju beberapa PLTU yang ternyata memberikan dampak buruk tersendiri. Dan kemudian menuju karah yang lebih hilir dari usaha pertambangan batu bara yang ternyata banyak berlabuh pada PLTU. Dari kedua sisi tersebut baik permasalahan transport maupun PLTU kemudian berkembang cerita yang tidak kalah getir, menyedihkan dan harus saya akui saya mengetahui kesemua itu dari video yang jujur saja sebelumnya tidak menarik bagi saya.

Bahkan melalui video ini pula mereka menunjukan sebuah keberanian yang luar biasa, yang saya bahkan beranggapan mereka sudah seperti kucing yang memiliki 9 nyawa. Dengan beraninya mereka membuka dalang dalang besar yang ada didalam jaringan usaha tambang batu bara Indonesia yang tentunya bukan main main lagi tinggi,penting dan berkuasanya posisi para dalang itu di Indonesia saat ini. Dengan beraninya mereka menyebutkan satu persatu pembesar pembesar beserta perusahan perusahaan tambang pengeruk rupiah yang mereka kelola. Big salute for you all guys.

Kemudian muncul pertanyaan, Siapa si sexy itu dan apa maksud dari film ini

Secara sederhana dan tanpa upaya mungkin akan banyak yang beranggapan bahwa si sexy killer yang dimaksud dalam film dokumenter ini adalah para dalang dan penggede dibalik usaha tambang yang mereka gerakan. Ia tampak keren, gagah dan elegan namun dibalik semua itu mereka secara tidak langsung adalah dalang dari segala pembunuhan yang ada dan ditampilkan dalam film dokumenter ini. Dan sebagian lainnya yang mungkin tidak mampu membeli kuota internet dan hanya mampu melihat potongan awal film, si sexy killer mungkinlah sosok pasangan muda yang sedang ber bulan madu itu hehehe.

Saya tidak akan mengatakan kedua pandangan diatas adalah pandangan yang benar ataupun salah. Berkaca dari pandangan pertama tentang diungkapnya para tokoh tokoh negara baik di sisi petahanan dan penantang yang ternyata berandil besar dalam jejaring usaha pertambangan yang banyak menelan korban. Isu ini tampaknya menjadi isu yang sexy mengingat hanya dalam hitungan beberapa jam lagi kita akan melaksanakan pemilu serentak. Hal ini kemudian menimbulkan sedikit kekhawatiran terhadap munculnya aksi kekecewaan dan ketidak percayaan yang pada akhirnya memicu aksi golput saat pemilu.

Ada sebagian yang mungkin akan seperti itu, namun saya yakin orang yang golput karena video ini jumlahnya tidak akan begitu banyak. Mengingat sebenarnya video ini tidaklah begitu sexy dimata masyarakat sekarang, yang dalam hal ini dapat terlihat dari trending youtube yang ada hari ini yaitu video Boyband BTS, Epic Rap Battles Of Presidency (ini masih okelah) dan video berfaedah macam Nyusul Gempi ke Bali serta kejadian luar biasa tentang Limbat yang akhirnya bisa berbicara.

Tampaknya harus kita akui bahwa Isu lingkungan bukanlah suatu isu yang sexy di mata masyarakat kita. Atau setidaknya tidaklah jauh sexynya bila dibandingkan tentang isu tentang gempi yang di jemput kebali juga limbat yang akhirnya berbicara akibat terkena prank.

Mengungkap siapa si Sexy Killer sesungguhnya?

Untuk menjadi menarik dan kemudian banyak diperbincangkan, isu lingkungan dalam video ini akhirnya kemudian menempel pada isu yang lebih seksi dan tentunya sangat tepat bila dibahas saat ini yaitu “Politik”. Dengan gagah berani mereka membuka jejaring dalang yang menggerakan pertambangan batu bara di Indonesia yang berasal dari kubu petahanan maupun kubu penantang.

Kesemua parade dan kisah itu saya rasa sebenarnya diajukan kepada sosok sang “sexy killer” sesungguhnya yang selama ini selalu bersembunyi dan terus mengukir kisah pembunuhan ini tanpa merasa bersalah. Sexy killer yang merupakan dalang dari semua dalang yang ditampilkan dalam video ini. Sosok sexy killer itu sampai saat ini terus bersembunyi dan menyangkal apa yang diperbuatnya saat ini.

Film dokumenter ini merupakan suatu jebakan yang dibuat sedemikian apik oleh watchdoc. Dan harus saya akui jebakan itu cukup berhasil. Mereka cukup berhasil setidaknya menjebak lebih dari 6 juta para sexy killer tersebut. Yup saya menyebut 6 juta para sexy kiler yang tidak lain adalah diri kita sendiri.

Kita adalah hilir dari usaha batu bara tersebut, hal inilah kenapa video ini hanya menampilkan pada PLTU dan tidak lebih jauh lagi. Kita adalah pasar yang sexy, dengan keluhan kita akan listrik yang byar pet pada pemerintah dan dibarengi dengan kerakusan kita akan energi listrik menjadikan kebutuhan listrik kita sangatlah besar, bukan hanya pada hal hal yang benar benar penting namun pula pada hal hal yang cenderung membuang dan menyianyiakan. Kita lah sang sexy killer yang dengan begitu sexy digoda diperebutkan perhatiannya oleh para dalang batu bara melalui layanan listrik mereka dan oleh para pegiat lingkungan yang terus berupaya mengambil perhatian dengan segala cara berteriak, beraksi untuk sekedar mengingatkan bahwa alam kita tidak sedang baik baik saja.

Kelanjutan dan akhir cerita ini tidak semuanya secara eksplisit diberikan pada video mereka tetapi dilanjutan pula pada kometar dan reaksi para penontonnya di kolom komentar, di media media pengutaraan pendapat, media sosial, media chat, media diskusi, dan aksi aksi nyata lainnya. Melalui video “Sexy Killer”, watchdoc menceritakan sebuah kisah tanpa tanda titik, yang menyerahkan kelanjutan cerita kepada sang pembunuh seksi itu sendiri. Apakah kan berakhir mengambang dan menghilang perlahan sama seperti kisah kisah yang mereka awali sebelumnya, atau akan ada yang berbeda dari awal kisah ini.

Ijinkan saya mengakhiri tulisan ini menggunakan frasa yang sebelumnya saya tergelitik mendengarnya, yang juga merupakan frasa awal mereka untuk memulai cerita mereka, tentunya dengan sedikit perubahan diksi serta suasana :).

“Kita semua tahu adegan selanjutnya, yang tidak kita lihat sehari hari adalah bagaimana intrik bisa sampai ke ruangan ini”

(dewa, terinspirasi dari Video Sexy Killer By Watchdoc)

Berikut link video lengkap yang berjudul Sexy Killer karya Watchdoc yang saya bahas dalam tulisan saya hari ini. Saya salut pada perancang dan pembuatan karya ini. Sebuah karya yang bagus dan menginspirasi dan saya yakin bahwa banyak sekali usaha dan segala hal telah dikorbankan untuk membuat karya luar biasa ini.

Meskipun demikian sudah menjadikan keharusan bagi saya untuk memberikan sedikit ruang untuk keraguan untuk segala hal yang kita temui. Bahkan untuk video yang luar biasa ini. Mungkin tidak semua yang disampaikan dalam video ini adalah sebuah kebenaran, baik itu karena kurangnya informasi ataupun kepentingan tertentu. Namun jauh dari semua itu video ini tetaplah sebuah karya yang bagus dan menarik untuk di tonton dengan durasi panjangnya itu. Sekian dari saya,

Salam hangat dari saya, bagian dari sexy killer

Dewa Putu AM.

BencanaDaily LifeKlimatologiUncategorized

Pembully Tersadis dalam Sejarah yang Selalu Terlindung dan Tidak Pernah Mengakui Kesalahannya

April 12, 2019 — by dewaputuam4

GretaThunberg_2018X-embed-960x540.jpg
Ilustrasi yang digunakan dalam Petisi Change.org untuk memberikan dukungan agar ditegakaannya keadilan untuk Audrey, saya tidak tahu ilustrasi ini karyanya siapa tetapi saya mendapatkan gambar ini dari liputan6.com

Awalan namun Bukan Awal dari Kisah Panjang “Rantai” Pembulian Ini

Dalam dua hari belakangan ini banyak sekali beredar pemberitaan terkait kasus pembulian keji yang berlangsung di Pontianak dengan korban serta pelaku merupakan anak anak di bawah umur. Pembahasan kian memanas dan menajam ketika muncul sebuah wacana damai dan tidak melanjutkan ke ranah hukum oleh KPAI setempat.

Dari sinilah para netijen yang mungkin sudah geram dengan maraknya kasus pembulian yang berujung pada ketidakadilan bagi sang korban akhirnya mengambil peran. Tagar #Justiceforaudrey pun membahana di jagat dunia maya, namun sayangnya pula ada beberapa segelitir orang yang justru terperosok pada aksi aksi CyberBullying.

Terlepas dari aksi-aksi tidak terpuji oleh sebagian kecil simpatisan bersumbu pendek yang ikut ikutan menggunakan semangat tagar #Justiceforaudrey, mayoritas dari kita tentunya sepakat bahwa apapun itu aksinya bullying adalah sebuah aksi yang jahat dan para pelakunya harus di hukum seberat beratnya.

Kejadian yang memicu tagar tersebut bukanlah suatu peristiwa remeh dan sekedarnya saja, ini adalah salah satu contoh kecil dari sekian banyak pembulian-pembulian yang semakin hari kian mengkhawatirkan, jika semua ini selalu dibiarkan dan diselesaikan terlalu lembek tanpa ada tindakan tegas yang memberikan efek jera ditakutkan kejadian kejadian ini akan semakin menjadi jadi.

Perilaku Bully Ada di Sekitar Kita dan “Sangat Dekat” dengan Kita

Greta Thunberg adalah Salah Satu Korban Pembullyan Tersadis yang Pernah Terjadi di Dalam Sejarah Ini dan Berani Berbicara Lantang Dan Beraksi Melawan Para Pembullynya.

Aksi bully baik itu berupa tindakan verbal maupun fisik akan terus diingat dan berdampak panjang bagi para korbannya. Beberapa bahkan dapat merengut masa depan para korban. Atau dalam situasi yang sangat ekstrim dapat merengut nyawa sang korban.

Sudah seperti pengetahuan umum bahwa aksi bullying seringkali terjadi di sekitar kita atau justru mungkin kita juga pernah berada dipihak sang korban dan bukan hal yang tidak mungkin kitalah sang pelaku bullying tersebut baik secara sadar maupun tidak sadar. Perilaku Mem-Bully dapat hadir dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Mulai dari orang dewasa, remaja hingga anak anak. Korbannya pun sangat beragam baik dari segi umur, jenis kelamin, pekerjaan dan status sosialnya.

Bahkan pada beberapa kasus ternyata juga terjadi bullying tidak hanya terjadi pada Manusia namun juga pada hewan. Seperti berita heboh tentang pengecetan monyet di Taiwan dan beberapa berita berita lainnya seperti penganiayaan orang utan yang dulu sempat menjadi pemberitaan di media nasional.

Saya ingin mencoba merunut kembali apa apa saja yang sebelumnya kita bahas bersama. Pertama, bahwa aksi pembulian apapun itu baik verbal apalagi fisik adalah sebuah tindakan yang jahat dan dalam kondisi terjentu sudah masuk pada tindak kejahatan. Kedua, aksi pembulian akan berdampak besar dan panjang bagi para korbannya, hal inilah yang kemudian kita perlu memperjuangkan keadilan untuk para korbannya. Ketiga, Pembullian yang yang sudah masuk kedalam tindakan jahat (kriminal) harus diproses secara hukum jika perlu harus dihukum seberat beratnya siapapun itu pelakunya agar menimbulkan efek jera.

Pembully Tersadis dalam Sejarah yang Terlihat Jelas namun Selalu Terlindung dan Ia Tidak Pernah Mengakui Kesalahannya

Setelah berpanjang lebar membahas tentang pembulian yang terjadi saat ini. Ijinkan saya untuk mengungkap sekaligus mengingatkan tentang adanya satu pembully mungkin dapat dikatakan tersadis dalam sejarah yang sampai saat ini terlihat jelas apa yang mereka lakukan, namun sayangnya ia selalu terlindung dan juga bahkan sering tidak mengakui kesalahannya itu. Saya tidak tahu kata yang tepat untuk menggambarkan orang orang ini apakah cukup disebut sebagai pembully atau bahkan lebih tepat bila disebut penjahat tersadis?

Hingga saat ini bayak pembulian yang ia lakukan, korbannya juga sudah sangat banyak dan yang paling parah adalah sebuah kenyataan bahwa mereka inilah yang telah merengut masa depan banyak anak bahkan anaknya sendiri. Mereka tahu apa yang mereka lakukan adalah hal yang salah, namun dengan manufer sangat canggihnya dan segala hal superiornya mereka dapat mengelak dengan dalil demi kemslahatan yang lebih luas merekapun selalu berkilah. Akibat tindakan mereka ini sudah banyak korban kehilangan tempat tinggal, kehilangan masa depan, bahkan kehilangan nyawa. Namun sayangnya mereka tetap diam dan kemudian terus meneruskan pembuliannya itu.

Pembulian ini telah dilakukan mereka sejak lama dan hingga kini pun masih terus berlangsung. Sejak dulu para korban dan orang orang yang sadar terus memperjuangkan keadialan ini. Namun belum ada hasil nyata yang secara signifikan mengurangi pembullyan ini, karena kebanyakan dari kita pun melindunginya. Hukuman apa yang pantas bagi pembully ini? berkaca dari kasus kasus bully lainnya kita selalu bersuara lantang untuk menghukum para pembully? kenapa pada kasus ini kita sendiri sangat lembek dan justru tidak peduli sama sekali. Kita peduli pada pembulian yang terjadi pada satu orang, namun pedulikah kita pada pembulian ratusan, ribuan bahkan jutaan orang lainnya? Tidak, percayakah kalain kalau kita cenderung diam dan bungkam untuk pembully ini. Suara lantang kita seolah tetiba senyap menghadapi pembuli ini.

“Karena kita tahu bahwa “Pembully Tersadis dalam Sejarah yang Terlihat Jelas namun Selalu Terlindung dan Ia Tidak Pernah Mengakui Kesalahannya” itu adalah kita sendiri.”

Dewa Putu AM, 2019

Kitalah si jahat itu, yang membulli se isi planet ini, hingga titik paling ekstrim. Ketamakan kita, hingar bingar janji akan kebahagiaan kita telah mengorbankan segalanya dan membawa planet ini berada pada kerusakan teramat berat dan menghancurkan masa depan bumi dan segala macam kehidupan di dalamnya.

Hingga pada pertengahan tahun lalu, muncul lah sebuah gerakan yang di inisiasi oleh seorang anak perempuan bernama Greta Thunberg dari sekolahan di swedia. Sebuah gerakan yang menuntut keadilan dan tanggung jawab akan apa yang hingga saat ini diperbuat oleh generasi kita yang telah dengan semena mena merengut masa depan mereka para generasi muda sang pewaris dunia ini dimasa mendatang.

Hukuman apa yang pantas untuk Kita untuk Semua Ini? Atau jikpun kita sadar, apakah yang harus kita lakukan untuk memperbaiki kesalahan kita itu?

Tentu Sekedar kata tidak dapat menyelesaikan, Kita perlu bertindak #JusticeForEarth #JusticeForFutureGeneration

Daily LifeOpiniPsikologiUncategorized

[Opini] Ketika Komunikasi Berpindah dari Bibir ke Jemari

April 10, 2019 — by dewaputuam2

paint-2985569_1920-960x640.jpg

Dulu sekali kita sering mendengar suatu kata-kata bijak tentang kebermanfaatan dan makna dari jumlah masing masing bagian tubuh kita. Suatu kata kata bijak yang sedikit menyampaikan alasan kenapa kita punya dua mata, kita punya dua telinga, kita punya dua lubang hidung, dan kita punya jutaan sensor perasa di seluruh bagian tubuh kita, namun kenapa kita hanya memiliki satu mulut itupun lebih sering tertutup dan terkatup oleh bibir. Jawaban paling mudah untuk pertanyaan pertanyan tersebut adalah “Kehendak Tuhan”, dan tentunya jawaban itupun saya terima serta tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi. Lagipula, kita juga tentunya menyadari, jumlah jumlah tersebut adalah jumlah bagian tubuh yang ada pada orang kebanyakan, dan ada beberapa orang diluar sana yang diberikan sesuatu itu dengan jumlah yang berbeda, baik berlebih atau kurang.

Mata adalah salah satu jendela antara penghubung kita dan dunia luar, lalu kenapa kita dibekali dua mata dan sautu mulut?, bukankah melalui mulut kita dapat berinteraksi lebih ke dunia luar, Dan kini semua berubah ketika jemari menggantikan bibir untuk berucap (Sumber Gambar by Alexandr Ivanov from Pixabay)

Terlepas dari jawaban tersebut, dan dengan tidak mengurangi rasa hormat bagi orang orang yang memiliki kondisi perbedaan dengan orang kebanyakan, melalui tulisan ini saya ingin sedikit berdiskusi sekaligus menyampaikan suatu kegelisahan yang saya rasakan. Ini tentang apa yang terjadi disekitar saya dan juga saya yakin terjadi juga di sekitar kalian. Hal ini berkaitan dengan sebuah pemahaman tentang jumlah bagian tubuh kita.

Makna Lalu yang Dulu Pernah Ada Untuk Menjelaskan Jumlah Itu

Jika kita bertanya kepada orang orang dulu maka beberapa akan menjawab bahwa jumlah bagian tubuh kita diseting dengan sedemikian rupa, dengan dua mata, dua telinga, dua lubang hidung serta jutaan sensor dikulit, namun hanya satu mulut agar kita lebih memahami dulu apa yang sedang kita hadapi. Untuk lebih banyak memahami apa yang sedang kita hadapi baik secara visual, suara, aroma, maupun teksturnya; kita harus cara lebih banyak melihat, lebih banyak mendengar, lebih banyak ‘merasakan aroma’ dan lebih banyak kontak langsung pada apa yang kita hadapi itu. Setelah memahami dengan dalam barulah kemudian kita ungkapkan dan berucap melalui perkataan namun cukup sedikit saja dan seperlunya. Kita harus banyak “merasakan” dan menjaga ucapan. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang bijak yang selalu banyak terdiam sembari ia melihat, mendengar, dan merasakan apa yang terjadi, dan sekalinya ia berucap itu tepat sasaran dan cukup, tidak lebih dan tidak kurang.

Secara natural kita diciptakan untuk lebih banyak menikmati dunia luar dibandingkan menghabiskan waktu untuk berucap.Ada suatu hal yang menarik dengan alasan dan manfaat kenapa kita memiliki dua mata. Ini berhubungan dengan kemampuan kita untuk menangkap dan memvisualisasikan objek dalam ruang 3 Dimensi. Kemampuan ini disebut dengan stereoscopic vision. Yang pada intinya adalah kemampuan otak untuk menampalkan dua hasil rekaman visual dari masing masing mata dan menciptakan suatu informasi dari dua sisi yang berbeda dan kemudian di simpulkan sebagai informasi kedalaman objek visual. Hal yang sama juga terjadi pada indriawi kita baik itu indra pendengar, pembau dan perasa kita. Yang kesemuanya di desain untuk memahami lingkungan secara 3 dimensi.

Gambaran Konsep stereoscopic vision, Inilah yang menyebabkan kita dapat memahami kedalaman visual berupa jarak dari suatu objek dan bentuk yang lebih presisi.

Bagian bagian tubuh kita dibuat untuk memahami lingkungan sekitar kita dalam bentuk tiga dimensinya, baik itu visual maupun dari audionya. Kita di desiain sedemikian rupa untuk melihat, mendengar dan merasakan lingkungan dalam bentuk tiga dimensinya, sehingga kita dapat memahami seberapa jauh suatu objek dan berada dimana dia, apakah ia bersuara melengking di sebelah utara dan bersuara berat di bagian selatan apakah lebih hangat bagian timur dibanding barat, semua itu disediakan secara gamblang melalui jendela jendela indrawi kita. Dan kemudian muncullah suatu pertanyaan besar, kenapa kita hanya diberikan satu bibir untuk berucap? Pertanyaan ini akan memunculkan jawaban yang beraneka ragam, namun bagi saya yang paling sesuai dan masuk akal adalah agar kita lebih memahami dahulu daripada berucap, atau dengan kata kata anak sekarang “Jangan ‘banyak’ bacot kalau belum tau paham”.

Dari Bibir Berpindah ke Jemari, Semua yang dulu Ada dan Terkendali Seketika Berubah

Dijaman yang katanya kian canggih ini bermunculan alat alat bantu dan pengganti budaya kita berkomunikasi. Jika dulu kita harus banyak melihat dengan “dua mata” kita dan banyak mendengar melalui “dua telinga” kita kemudian bersuara lantang untuk didengar dan dilihat oleh lingkungan, kini kita hanya perlu melihat “satu” layar berpendar dan kemudian mulai menari dengan “dua hingga sepuluh jemari” kita untuk sekedar melontarkan ujuaran, entah itu ujaran yang bermakna dalam ataupun ujaran tanpa makna sekalipun.

Visual tentang tentang kita yang kini melihat melalui satu “Jendela” dan kemudian berinteraksi dengan menggunakan 2 hingga 10 jemari yang menari. (Sumber Gambar Robinraj Premchand from Pixabay)

Telah terjadi suatu pergeseran besar yang terjadi pada diri kita, cara kita memahami lingkungan kita dan juga cara kita berinteraksi dengannya. Jika sebelumnya ada pemahaman bijak yang menggambarkan keharusan kita untuk lebih banyak memahami baru kemudian berujar seperlunya. Kini semua berubah, melalui “satu layar berpendar” itu kita sudah bisa dan layak untuk memberikan reaksi dengan “dua jari” bahkan dengan “sepuluh jemari kita”. Kita kini hanya perlu dan ingin memahami melalui satu layar itu saja dan merasa berhak mengujarkan dan mengucapkan ribuan kata bahkan ujaran tanpa makna sekalipun.

Hal ini tampaknya terlihat dan terdengar sangat menyedihkan, dan ini pula lah yang menjadi kegelisahan saya. Tentunya hal itu juga tidak hanya berdampak dan terjadi pada orang orang di sekitar saya. Harus saya akui bahwasanya sayapun juga terdampak serius akan hal itu. Sayapun lebih banyak berucap dan bereaksi ketimbang sekedar memahami. Tampak bodoh dan tampak naif bila saya tidak mengaku hal itu.

Akan tetapi, sejenak saya berpikir, benar benar sejenak, sesejenak saat saya membuat tarian jemari untuk menuliskan tulisan ini saya sadar bahwa saya melupakan satu hal yang sebenarnya ada. Namun semua kabut pikiran pesimistik saya menjauhkan saya dari kenyataan itu. Ini tentang suatu kenyataan bahwa meskipun kita hanya melihat di “satu layar berpendar saja” namun untuk melihat dan mendengarkan itu kita masih masih menggunakan “dua mata” kita dan “dua telinga” kita. Dan meskipun kita menuliskan ujaran kegelisahan kita melalui “dua jari” bahkan “sepuluh jari”, sebelum tertulis dengan rapi tentunya diolah pada “satu otak” kita dan juga “satu sumsum tulang belakang kita”. (saya ingin berkata “satu hati” kemudian saya urungkan karena saya sedikit kurang setuju dan tidak pernah mendengar bahwa hati juga secara harafiah memiliki fungsi untuk berpikir).

Kesemua itu bermakna, meskipun kini kita hanya melihat melalui satu layar dan berucap melalui 2 hingga 10 jemari, namun sebenarnya kuasa itu masih ada pada diri kita, Dengan dua mata kita dapat melihat lingkungan di luar kotak pendar, atau bahkan jika perlupun kita dapat menggunakan 10 jemari kita untuk memilah dan memilih sudut pandang yang ditampilkan pada layar berpendar itu. Barulah kemudian kita mengolahnya dalam pikiran dan “hati” kita untuk kemudian dapat dengan cepat kita berikan reaksi melalui 10 jemari kita yang menari dan menyair sebuah ujaran yang bermakna dan menyejukan.

Itupun jika otak dan hati kita compatible tengan pergeseran yang terjadi pada jaman ini. Yah jikapun tidak sesuai, yang terjadi biarlah yang terjadi. Bermunculanlah kata kata kosong tanpa makna yang keluar dan bertebaran didalam jagat dunia maya kita. Kita tidak boleh protes dengan hal tersebut. Dunia yang sekarang terjadi memanglah seperti itu dan selalu disusun oleh bilangan digital 1 dan 0. Yah anggap saja orang orang yang masih sadar dan menjaga dalam berucap adalah orang orang yang memiliki otak yang hanya 1. Dan kemudian yang lainnya, ah sudah lah saya tidak ingin panjang lebar lagi. Cukup sekian dari saya.

Salam Hangat

Dewa Putu AM

Daily LifeUncategorized

Hingga Saat Ini “I’m Still On My Way” Bagian 2

April 6, 2019 — by dewaputuam0

10104_4259940617103_596701675_n-960x720.jpg

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Hingga Saat Ini “I’m Still On My Way”, melalui tulisan ini saya akan bercerita sedikit kisah yang menurut saya menarik untuk dibagikan dan mungkin ada lah sedikit nilai nilai moral yang dapat diambil #mungkin. Jika sebelumnya saya menceritakan tentang perjalanan saya dari masih dalam kandungan, masa kanak kanak hingga remaja dan SMA, kali ini saya akan menceritakan kisah cinta saya di kampus. Hehehe, Membosankan ya sepertinya ya. atau saya menceritakan pengalaman pengalaman absurd saja ya yang tidak ada kisah cinta cintaan hahaha. Cerita cerita seperti itu agaknya lebih shareable. Ini bukan mengelak lo, tetapi sepertinya memang lebih baik dan berfaedah #mungkin.

Saya bersama beberapa teman seangkatan di Jurusan Geofisika dan Meteorologi IPB. Saya lupa ini diambil kapan namun yang saya tahu ini diambil dengan menggunakan kameranya Mirna, dan sepertinya dia juga yang memfoto.

Bangku Kuliahan Level I, Kisah Pembekuan Surat Penting dan Semangat Sidang yang Membara

Kumulai cerita ini dari masa masa perkuliahan saya di Strata 1 Meteorologi Terapan IPB. Sebagai orang desa yang kemudian berkuliah di desa lagi (IPB Dramaga) sebenarnya tidak begitu banyak yang mengagetkan saya tentang kehidupan disana. Hanya saja seperti mahasiswa IPB pada umumnya, pada tahun pertama kami diharuskan untuk tinggal di asrama selama 1 tahun. Tawaran cukup menarik, dan cukup menguntungkan bagi kami para perantau karena tidak perlu susah payah cari kos kosan untuk sementara waktu.

Kehidupan di asrama IPB cukup seru, ada berbagai kegiatan dilaksanakan disana. Kegiatan rutin meliputi Soga atau Social Gatering dan untuk mahasaiswa muslim juga ada Ngalong atau ngaji lorong. Kemudian ada beberapa kegiatan kusus lainnya, yang mengumpulkan semua mahasiswa angkatan baru dalam gymnasium. Untuk kegiatan kegiatan khusus saya sudah lupa semua kegiatannya apa dan seperti apa, yang saya ingat hanaya sebuah fakta bahwa kegiatan itu pernah ada. Di dalam asrama, kami dikumpulkan dengan berbagai macam orang dari suku yang bervariasi, komplit dari sabang hingga marauke. Dalam satu kamar pun biasanya juga beraneka ragam baik suku maupun agama. Untuk kamar saya di Asrama Putra gedung C1 lorong 7 dan nomor kamar 76, saya dikumpulkan dengan orang keturunan cina yang tinggal dijakarta nama kerennya Nehemia tapi bisa dipanggil Agus, kemudian ada orang sunda bernama Jati, dan juga orang Jawa yang kentel bernama Fery.

Suatu hari kami pernah malas mengikuti acara Soga, sehingga kami sepakat untuk pura pura tidur. Beberapa teman kami di lorong saat itu menggedor gedor kamar namun kami tidak menjawab karena ceritanya kami sedang tidur. Namun anehnya, beberapa menit kemudian kami berubah pikiran dan berpendapat sekali-kali tidak apa apa jika kami ikut social gatering bareng teman teman lorong dan didampingi senior. Akhirnya kamipun berakting seperti orang yang baru bangun tidur sambil keluar kamar secara bersamaan. Tampak aneh sih tapi percaya lah kami sudah berusaha sebisanya agar tampak senatural mungkin.

Karena jarang ikut kegiatan dan beberapa kali kedapatan pulang terlalu larut malam akhirnya saya pun mendapat indeks prestasi keasramaan “C”. Bukan sebuah nilai yang baik untuk jadi insan asrama yang baik, namun tidak terlalu buruk juga.

Setelah berasrama selama satu tahun, saya kemudian tinggal bersama teman teman saya dari komunitas hindu di IPB (KMHD IPB), agar saat ibadah bisa bersama sama hehehe. Oia, pada masa masa perkuliahan ini pula untuk pertama kalinya saya mendapatkan pelajaran agama hindu secara full. Saat SD saya belajar agama katolik karena tidak ada guru agama hindu dan kemudian saat SMP saya tidak belajar agama sama sekali baru kemudian dapat pelajaran agama hindu pada saat SMA namun sayangnya jarang sekali masuk dan hanya satu dua kali setiap semsternya.

Ini salah satu kegiatan kami di kontrakan. Sengaja saya sisipkan foto ini disini karena saya tahu si korban akan mampir ke sini dan mencari bahan untuk di share di grup wa seperti yang sudah sudah hehehe,… Bel, ambil foto ini saja gimana. Oia selamat ulang tahun btw. Kami siap bawa gerobak kesana.

Banyak hal konyol yang kami lakukan di masa masa ini, salah satunya adalah “tragedi pembekuan STNK”. Kejadian ini terjadi di musim penghujan saya lupa tahun kapan. Suatu ketika STNK teman saya (yang berbaju merah pada foto di atas) basah kuyub karena hujan. Karena sebelumnya saya belajar tentang keringnya daerah kutub karena udara dingin, sayapun berinisiatif memberikan saran kepada teman saya itu untuk memasukan STNK nya kedalam frizer di lemari es.

Hipotesis Saya saat itu adalah, “Kondisi frizer yang dingin berarti pula memiliki kelembaban yang rendah (kering) kondisi demikian akan menyebabkan objek objek yang dimasukan akan menjadi kering termasuk STNK teman saya karena air yang membasahi STNK akan keluar dan cepat menguap dan kemudian bergabung bersama es dalam frizer”.

Namun ternyata Tuhan berkehendak lain. harapan STNK yang kering kemudian sirna begitu saja, setelah beberapa lama STNK teman saya didiamkan didalam Frizer, ternyata bukannya kering tetapi STNK tersebut justru berubah menjadi Es STNK yang terbujur kaku bak kerupuk. Melihat itu ingin rasanya saya memberikan saran lagi untuk mengupakannya secara instan dengan menaruhnya diatas api namun niat itupun saya urungkan karena ragu dan takut gagal lagi.

Biasanya saat saya bercerita hal ini ke orang yang saya beku kan STNKnya ia selalu mengungkit kejadian tentang saya yang salah jadwal sidang skripsi. Saya rasa itu hal yang biasa saja lah ya kalau kita terkadang butuh semacam gladi resik untuk melakukan hal hal yang penting contohnya sidang skripsi hehehe. Yah meskipun bagi orang orang yang tidak terbiasa terkadang suka heran dan bertanya tanya termasuk dosen pembimbing skripsi saya saat itu yang cukup heran melihat saya berpenampilan sangat rapi dan necis pada saat menonton sidang skripsi teman saya. Karena heran beliaupun bertanya kepada saya ada acara apa sehingga saya berpenampilan serapi itu. Sayapun kemudian heran dan memastikan bahwa saat itu saya akan sidang skripsi. Kemudian dosen tersebut semakin heran dan tersenyum senyum simpul dan meminta saya untuk bertanya ke orang tata usaha apakah sidang saya hari itu atau hari lainnya. Dan benar saja ternyata sidang saya akan dilaksanakan pada hari berikutnya. Saya yang sebelumnya semangat dan sudah banyak persiapan membeli konsumsi dan minta doa pada teman teman satu kontarakan pun akhirnya pulang sambil menyunggingkan cengiran kecil sambil berkata “salah jadwal”.

Kuliahan Level I “Dari Dunia yang Tiba Tiba Memutih”

Setelah berkuliah selama 4 tahun-an di IPB Bogor, dan kemudian bekerja sebentar sebagai GIS Analis di sebuah konsultan pertanian saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perkuliahan saya di Jurusan Geoinformasi untuk Manajemen Bencana, Sekolah Pasca Sarjana, UGM. Perjuangan untuk sampai sana tidak mudah, selain melalui tahap administrasi saya juga harus melalui tahap wawancara. Disinilah sulitnya, dengan kondisi saya yang sedang ditugaskan ke Kalimantan Barat tepatnya di Kabupaten Sintang untuk melakukan persiapan proyek pemetaan, saya sambil membawa alat alat survey dengan tangan kiri, tangan kanan saya sibuk mengetik melalui ponsel nokia 3110 classic saya untuk menjawab pertanyaan pertanyaan wawancara.

Saya saat itu beruntung sekali diperbolehkan untuk mengikuti proses wawancara via email. Namun masalahnya hp saya masih jadul dan susah sekali bahkan tidak mungkin untuk mengirim email. Alhasil sayapun meminta bantuan teman saya yang ada di Jogja yaitu si andrep yang sudah saya ceritakan pada cerita sebelumnya untuk membuka email saya. Dia kemudian melihat pertanyaan dan mengirimnya via sms ke saya dan kemudian saya memberikan jawaban saya menggunakan bahasa inggris. Sedikit sulit sih namun seru hehehe.

Poto ini di ambil di ruang kelas belajar kami, Saat poto ini diambil, kami baru saja mendapat bagian baju polo jurusan untuk digunakan saat kunjungan lapang ke Dieng.

Semasa perkuliahan di Geoinfo UGM, saya mendapatkan pemahaman baru baik yang berkaitan dengan Geoinformasi dan juga hal hal yang berkaitan dengan kebencanaan. Orang orang yang saya temui pun sama menyenangkannya dengan kawan kawan yang saya temui saat saya di IPB maupun saat saya di Lampung. Dari kawan kawan saya ini saya mulai ikut ikutan mengeluti hobby membaca, sedikit terlambat sih tapi tak apa dari pada tidak sama sekali.

Oia selama berkuliah di Jogja saya juga merasakan bagaimana suasana saat Jogja seketika memutih oleh abu Gunung Kelud. Sampel abu kelud yang menutupi Jogja dan sekitarnya sampai saat ini masih tersimpan dengan rapi di meja belajar saya di Lampung. Jika kalian penasaran dengan bagaimana rasa dari abu kelud. Dengan bangga saya katakan saya sudah pernah mencicipinya, kira kira ya seperti kita memakan bubuk kaca, agak sepet dan kesat di gigi hehehe. Saat kejadian tersebut saking penasarannya saya sesekali mencoba berbagai hal seperti mencoba apakah memang perih dimata (confirm perih), di rambut akan memberi kesan sangat kering seperti di sasak, dan bila dimakan terasa sekali tekstur kesatnya.

Yang Banyak Orang Tidak Tahu dan Memang Tidak Perlu Orang Tahu

Saya menyadari bahwa saya tidak akan bisa merangkum kejadian kejadian saya selama ini dalam satu dua tulisan saja. Namun saya juga memahami bahwasanya kalian sebagai pembaca tidaklah perlu tahu dengan detil tentang apa apa saja yang terjadi pada saya selama ini (alasan untuk tidak lanjutin). Sejujurnya pula saya hanya menuliskan kejadian kejadian yang kiranya layak untuk dibagi, namun di balik itu sama seperti orang kebanyakan seperti kalian, dalam perjalanan ini saya tentunya juga menghadapi naik dan turunya kehidupan, masa masa saat air mata menetes, tembok pun kadang tak luput dari hantaman hanya untuk melepas emosi yang ada dan kemudian tampil seperti tidak terjadi apa apa lagi di depan kalian. Namun cerita cerita seperti itu tidak akan saya ceritakan karena akan membuang waktu secara percuma. Jikalau kalian telah membaca sampai kalimat ini, saya sangat menghargai itu dan berterimakasih atas luangan waktunya untuk membaca sesuatu yang mungkin nilainya tidak dapat teman teman gunakan sebagai panduan hidup.

Saya sebagaimana anda akan sulit bahkan tidak akan mungkin mengetahui dan memahami segala apa yang terjadipada seseorang, sedekat apapun orang tersebut dengan kita apalagi orang lain yang jauh dari kita. Dari proyek tulisan ini saya belajar bahwa untuk memperkenalkan diri kita sendiri menjadi sesuatu yang singkat sangatlah sulit. Saya kesulitan untuk menuliskan dengan singkat seperti apa kita dan apa apa saja yang telah kita lalui. Dari sini saya berpikir, bila saya sendiri kesulitan memperkenalkan diri sendiri, apakah orang lain merasakan yang sama. Kita memang tidak tahu dan memang tidak perlu tahu tentang semua yang terjadi pada orang lain. hal ini yang menyebabkan terkadang kita sulit memahami dan menerima bahwa cara pandangan kita yang memang beda. Seberapa paham apapun kita akan hidup seseorang tidak ada yang mampu mengubah dan atau menyelamatkan orang itu selain orang itu sendiri yah kira kira sama seperti makna yang ada di lagunya alan walker yang berjudul on my way.

Kemudian timbul sebuah pertanyaan penting yang harus di jawab segera, apakah kedua paragraf ini berkaitan dengan dua seri tulisan ini? saya tidak yakin demikian. Saya rasa kaitannya tidak begitu nyata. Saya menyampaikan hal ini bukan untuk merangkum apa apa yang telah saya tulis, Saya hanya mengutarakan apa yang sedang ada dalam pikiran saya secara bebas dan tanpa bingkai dan aturan yang mengikat.

Salam dari saya

Dewa Putu AM

Daily LifeUncategorized

Hingga Saat Ini “I’m still on my way”

April 4, 2019 — by dewaputuam3

dewa_masakecil.jpg
Ini Photo masa kecil saya, sekedar informasi saja, terdapat satu rahasia antara saya dan ayam ayam saya saat Itu. Beberapa kali saat saya sedang malas makan saya suka pergi kebelakang dan memberikan nasi saya kepada ayam ayam saya dan kemudian berkata pada orang tua saya kalau nasi saya sudah habis hehehe.

Untuk mengatasi kondisi saya yang sedang tidak ada ide untuk menulis, maka pada tulisan saat ini saya akan ceritakan tentang saya sendiri. Mungkin bukan suatu cerita yang penting, tapi percayalah bahwa suatu saat cerita ini akan tetap tidak berguna bagi kalian. Sengaja saya tuliskan cerita ini untuk iseng belaka, bila kalian seiseng saya saya persilahkan kalian membaca cerita saya ini dan semoga saja ada serpihan serpihan cerita yang bermanfaat bagi kalian di kemudian hari. Beberapa cerita saya dapatkan langsung dari pengalaman, namun beberapa lainnya saya dapatkan dari cerita beberapa orang yang kenal saya.

Sudah Iseng Bahkan Sebelum Lahir

Oke, kita mulai saja cerita ini. Saya bingung harus mulai dari mana, mungkin ada baiknya bilamana saya ceritakan saat saya berada didalam suatu ketiadaan. Saat itu saya belum ada dan belum terlahir di bumi ini. Cerita ini saya dapatkan dari bapak yang menjaga perpustakaan di SMA saya. Ia menceritakan saat itu ibu saya sedang mengandung saya dan sedang melaksanakan kegiatan pra jabatan. Dalam usia kandungan yang cukup umur (istilahnya gitu bukan si). Ibu saya mengikuti kegiatan tersebut dengan bersusah payah. Namun tiba tiba sesuatu terjadi dan menyebabkan ibu saya kesakitan begitu hebat dan harus dibawa kerumah sakit.

Karena ayah saya tidak berada disana saat itu maka pengurusan administrasi di rumah sakit menjadi sedikit sulit hingga akhirnya datanglah bapak penjaga perpus yang baik hati, (sepertinya mengikuti pra jab bersama ibu saya) dengan sergap ia berinisiatif untuk menjadi penanggung jawab, hal itu dilakukan agar pihak rumah sakit cepat mengurus saya dan ibu saya. Singkat cerita kamipun terselamatkan. Untungnya Keisengan pertama saya didunia ini tidak berakibat fatal. Saya mengetahui cerita ini saat saya sedang asik di perpustakaan sma saya dan berbincang bincang kecil dengan bapak perpustakaan disana.

Dimulai dari Drama Penculikan Anak Bayi Hingga Bayi Itu Tumbuh Menjadi “Anak Baik dan Pendiam”

Ini juga saya belum ingat, karena saat itu saya baru saja lahir dan umur sayapun tidak begitu detail diceritakan oleh bibi saya yang merupakan saksi sekaligus salah satu pelaku dalam kejadian itu. Yah, mereka lah pelakunya bersama dengan kakek nenek saya hehehe. Saya tidak paham mungkin karena saking senangnya mereka mendapat cucu dan keponakan baru, saat saya lahir mereka langsung membawa mobil menjemput saya untuk di bawa kerumah. Al hasil ayah sayapun menjadi sasaran kemarahan dokter disana.

Saya memfoto foto ini dari ALbum, Jadi tanggal di dalam foto bukanlah tanggal foto itu mengambil momen tersebut. Seperti inilah kira kira wujud anak baik baik yang pendiam itu

Setelah dua peristiwa tersebut pun akhirnya saya tumbuh menjadi anak baik dengan kelakuan normal sebagaimana anak anak kebanyakan pada masa itu. Tidak ada kenalakalan kenakalan khas anak-anak yang saya lakukan saat itu. Saya pada masa itu benar benar menjadi anak baik. Mungkin, sesekali pernah lah ganggu gubuknya nenek nenek dengan mantulin sinar matahari masuk kerumahnya pakai cermin. Pernah mencuri rambutan tetangga, ikan lele tetangga dan ikan mas tetangga bersama teman teman sejawat. Saya sebut biar seru ya, nama mereka Andrep dan Johan hahaha piss bro. Gimana hasil tangkapan ikan dari kolamnya alm. mbah sariman.

Pada saat itupun serasa tiada hari tanpa perkelahian, yah meskipin saya selalu berada dipihak yang kalah, kalah otot dan kadang luka luka dikit malah pernah mimisan karena kena bogem mentah hahaha. Tapi sekarang yang ngebogem saya itu sekarang sohib baik. Dari bogem kita saling berbagi pendapat dan ujaran sumpah serapah dan mungkin kuota permusuhan kita dah abis diwaktu kecil hehehe.

Masa remaja yang Biasa Saja, Lempeng Seperti Jalan Tol, #Mungkin

Masa remaja saya saya habiskan dengan sesuatu yang normal normal saja. Tidur, makan, belajar, sekolah dan begitulah seterusnya. Untuk kegiatan berkelahi yang rutin saya lakukan saat saya masih kanak kanak (SD) tidak beranilagi saya lakukan karena sebelum masuk SMP saya sudah mendapat petuah sakti dari Bapak yang pada intinya jika saya masuk ruang BP akibat berkelahi maka akan ada “hadiah spesial” di rumah. Oleh karena itu meski beberapa kali saya di bully abis abisan didorong dorong sama “preman SMP”, dan kermutin kelompok mereka di tampol tampol, jujur saya tidak mau melawan karena takut kena tampol yang lebih kuat di rumah hehehe bisa berlipat lipat boss kuatnya.

Saya masi tau si orang orang yang dulu suka ngebully, bahkan ada orang yang dari segi postur tubuh cukup mini lah tapi salut ke sengak an nya hahahaha. Okelah sudah sampai situ saja lah cerita bully membullynya. Mungkin meski sedikit ada salah dari saya juga sih yang terkadang suka iseng iseng tanya ke guru dan ada aja dan mungkin akan terlihat sok sok an. Pada masa remaja saat SMP maupun SMA saya cukup lah dari sisi akademik, itung itung masih bisa sedikit mewakili sekolah untuk bersaing (walau kalah) di olimpiade fisika dan kemudian juga di olimpiade matematika. Dan yang menjadi sesuatu yang saya anggap wah (karena jarang) adalah saya sbeberapa kali diusir keperpustakaan saat ada ujian perbaikan nilai dan remidi untuk fisika dan matematika karena mendapat nilai yang tidak dapat tertolong dan tidak dapat dinaikan lagi hehehe.

Saat Masa SMA saya mengalami pengalaman mistik yang cukup membuat heboh satu sekolah saat itu. Desas desusnya saya diikuti oleh sesosok tak kasat mata dan tidak tahu berkaitan atau tidak dalam satu hari itu ada 6 orang siswa yang kesurupan, anehnya setiap ada yang kesurupan teman saya bilang sosok tersebut menghilang sejenak. Karena kawatir akan terjadi yang tidak diinginkan saat itu saya di ungsikan dan dijauhkan dulu dari keramaian oleh beberapa orang yang “punya bakat”. Saya tidak tahu apakah sosok itu masih mengikuti, namun saat kuliah sempat ada yang melihat ia menempakan diri berdiri disamping saya saat saya sedang tertidur pulas.

Saya lupa saya yang mana tapi sepertinya saya hanya kelihatan jidadnya saja. Ini photo kondisi kelas saya saat SMA, saya lupa ini praktikum apa ya hehehe (Dan dalam foto ini juga ada foto ALm kawan kami semoga dirinya tenang disana Dzoel)

Masa remaja sebenarnya sangat seru, tetapi sayangnya yang sedikit membuat saya kecewa adalah ujian nasional yang sama sekali tidak seru.Jujur saya saat ujian nasional kehilangan gairah dan hanya berusaha untuk lolos dengan nilai alakadarnya saja. Saya kehilangan semangat saat itu karena ujian nasional saat itu sudah tidak fair dan banyak kecurangan di teman teman saya sehingga dengan nilai besar pun rasanya tidak ada kebanggaan sama sekali. Tetapi saya berani jamin bahwa nilai saya saat itu adalah nilai murni. Sempat ada kertas bocoran mampir ke meja saya diberi oleh teman namun saya buang jauh kedalam laci meja. Saat ujian nasional lalu saya tidak begitu memikirkan nilai karena saat itu saya juga sudah mengantongi nomor induk mahasiswa melalui jalur SMPTN kalau tidak salah namanya yang menggunakan rapot semseter 1 sampai 5 sebagai penilaian dan prasarat masuk.

Jatuh Bangun Ku di Bangku Kuliahan I dan II

Disinilah pada akhirnya saya…. (Bersambung)