BencanaDaily LifeUncategorized

Cerita Tentang 2018 yang Gagal?

January 11, 2019 — by dewaputuam2

main

BencanaDaily LifeUncategorized

Cerita Tentang 2018 yang Gagal?

January 11, 2019 — by dewaputuam2

Sama seperti judul yang saya berikan pada tulisan ini, Tahun 2018 merupakan tahun dimana ku dengan kerennya memperoleh banyak sekali kegagalan. Kegagalan yang saya maksud disini adalah kegagalan dalam arti sebenarnya maupun kegagalan dalam arti tak sebenarnya (gagal untuk gagal hehehe :). Meski banyak mengalami kegagalan, tidak bisa saya pungkiri juga bahwa tahun 2018 merupakan salah satu tahun yang memberikan banyak pengalaman menarik, seru, dan juga bermakna bagi saya. Di tahun 2018 banyak kisah yang mengundang senyum simpul namun tak sedikit pula kisah yang menyedihkan. Bukan lah suatu hal yang berlebihan jika saya menggap tahun 2018 merupakan tahun yang luar biasa dengan beragam rasa yang ditinggalkannya. Sebagai pengingat dan tentunya saya berharap ada nilai yang dapat di ambil, Melalui post ini saya akan menceritakan sedikit apa apa saja hal yang menarik saya alami di tahun 2018.

# Dimulai dengan makna dari memberi makna memberi dan makna abstrak

Tahun 2018 saya awali dengan sesuatu yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Jika tahun 2017 dan sebelum sebelumnya saya habiskan dengan acara bakar bakar ikan dan paling sering dengan acara tidur selama satu tahun, pada tahun 2018 saya awali dengan memberi makna “Memberi”. Acara di penghujung dan awal tahun tersebut mungkin tidak begitu besar dan sangat kecil dibanding gemerlap cahaya kembang api dan riuh terompet yang menjadi background kami, menyelinap di sela sela kerumunan orang, kami berempat bergerak malu malu mendekat lalu pergi ketempat lain, bergerak menyelinap lagi dan hilang ditelan riuhnya perayaan tahun baru.

Makna kembali saya susuri, diawal tahun namun berbeda dengan makna memberi yang coba saya kecap sebelumnya, makna yang saya susuri saat itu makna makna sporadis yang ditebarkan para seniman dalam sebuah karya instalasi, lukisan ataiu bentuk bentuk yang mungkin sarat makna namun tak mampu atau mungkin sekedar saya cerna.  Kunjungan saya ke museum macan awan januari bersama beberapa teman sekolah dulu cukup seru dan membingungkankarena ternyata banyak sekali yang tidak saya pahami hehehe. Atau jangan jangan justru itu sebenarnya makna yang terkandung dalam seni seni abstrak mereka sebuah makna tentang. Pada saat itu saya mengira bahwa ternyata hal seperti inilah yang belum dapat saya pahami saat ini tentang nilai sebuah seni. Jujur saya dari dulu kurang begitu paham dengan sisi seni dari barang barang yang dipamerkan oleh seniman seniman saat ini, saya hanya tau benda atau karya tersebut unik dan beda tanpa mengerti ada makna apa yang hendak disampaikan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by dewa putu am (@dewaputuam) on

dan bencana itu datang

Siapa yang bakal menyangka bahwa tahun 2018 akan menjadi tahun yang memberikan banyak cobaan (jika tidak ingin dikatakan sebagai bencana) bagi kita. Tahun 2018 merupakan tahun yang memberikan banyak pelajaran yang bernilai, yang sayangnya nilainya begitu mahal, tak kurang 3000an nyawa telah menjadi korban dalam bencana-bencana besar yang terjadi selama tahun 2018.  Setidaknya ada tiga bencana besar tercatat yang terjadi pada tahun 2018 yakni Gempa Nusa Tenggara Barat, Gempa Sulawesi Tengah dan terakhir Tsunami Selat Sunda ketiga bencana tersebut memberikan dampak yang begitu besar terhadap wilayah terdampak dan juga Indonesia tentunya.

Balaroa Kini

Bencana sebenarnya memang bukan barang baru, bahkan semenjak bencana mahadasyat Tsunami Aceh, kesadaran akan keberadaan kita akan pentingnya perhatian khusus akan bencana mulai meningkat pesat mengingat kita berada di wilayah yang merupakan supermarketnya bencana. Hampir segala macam bencana kita miliki Dari Gempa, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Angin Kencang, Gas Beracun dan yang terbaru adalah Lukuifaksi yang terjadi di Palu. Kita semua sadar bahwa bencana sudah pasti akan datang kepada kita, namu kita juga sadar bahwa hingga saat ini mayoritas bencana tidak dapat kita prediksi dengan baik. Bukan hanya berpasrah, sudah banyak sekali usaha usaha yang dilakukan oleh berbagai pegiat bencana dari berbagai macam disiplin ilmu baik dari sisi penelitian, kebijakan, aksi aksi nyata maupun terobosan terobosan berbass tekhnologi. Harus kita akui bahwa telah banyak usaha yang dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana yang dilakukan pun oleh banyak orang di berbagai sektor, namun harus diakui pula beberapa kebodohan entah disengaja ataupun tidak terkadang terlewat.

Dan bencana itupun datang, Ribuan jiwa melayang, terluka dan lebih banyak lagi yang harus mengungsi bahkan hingga kinibelum dapat dipastikan berapa ribu jiwa yang tanpa kita sadari telah hilang. Dari beberapa kejadian bencana tersebut baik saat saya terlibat langsung maupun secara tidak langsung setidaknya ada beberapa hal yang dapat saya jadikan sebagai suatu pembelajaran:

  1. Tentang angka di dalam bencana. Selama ini saya melihat berita kejadian bencana sama seperti beri berita berita lain yang ada di media lainnya tidak kurang dan tidak lebih. Angka korban meninggal dunia, hilang dan mengungsi meski terasa sedih namun asalkan tidak terjadi pada kita atau keluarga kita, berita tersebut sama rasanya dengan angka angka yang menunjukkan peningkatan harga bbm, beras dan lainnya. Namun ternyata saya baru tersadar angka angka yang ditunjukan dalam bencana memiliki makna yang lebih dalam, ada harapan sanak keluarga korban dilekatkan disana namun sayangnya ada pula kesedihan  orang orang yang ditinggalkan. Masih teringat jelas dengan berbekal foto seadanya wajah wajah penuh harap bertanya kepada kami tentang keberadaan sanak keluarga mereka yang hilang entah kemana. Saat itu saya benar benar bingung harus berbuat apa dan sesekali saya melihat angka angka yang tercantum pada papan sambil berguman lirih, ini bukan sekedar angka, ini manusia.
  2. Manusia manusia hebat. Didalam bencana tidak hanya terlihat kesedihan dimana mana, tidak jarang kita diperlihatkan betapa indahnya sisi kemanusiaan. Kita tidak hanya dipertontonkan kerapuhan namun juga di tampilkan secara megah tentang betapa tegar dan tangguhnya manusia,  Semua itu dibalut dengan level keiklasan yang luar biasa besar. Beberapa kali saya menemukan orang orang yang dengan tidak kenal lelah melakukan apa yang ia bisa untuk membantu para korban, bahkan terkadang mereka tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. “Pak, kami orang yang tidak punya apa apa untuk membantu materi, tetapi kami punya tenaga yang dapat saya sumbangkan untuk membantu keluarga keluarga saya yang sedang tertimpa kemalangan ini pak” ucap seseorang kepada salah satu tentara
  3. Manusia manusia bodoh dan biadab, Sayangnya kita tidak hanya dihadapkan dengan orang orang perkasa yang tanpa kenal lelah membantu sanak keluarga kita yang sedang terkena musibah. Dalam bencana juga kita tidak jarang menemukan orang orang bodoh bahkan biadab yang memafaatkan situasi, menyebar kebohongan dan kepanikan yang tentunya menambah penderitaan para korban. Terkadang mereka melakukan secara terang terangan namun sangat banyak pula yang dengan pengecutnya bersembunyi dalam kenyamanan dan dengan tanpa merasa bersalah menyebarkan berita palsu yang tidak jarang sangat jahat.

Dari kesemua itu, terlintas suatu pertanyaan yang menurut saya penting. Apakah 2018 kita gagal?

Jawabnya tergantung dari mana kita melihat. Kalau dari saya akan dengan senang hati mengakui bahwa 2018 ku gagal. kuakui banyak kesalahan yang ku lakukan pada tahun 2018, tetapi itu tak mengapa, justru dengan kegagalan kegagalan tersebut kita banyak belajar, justru dengan kegagalan kegagalan tersebut kita akan lebih berhati hati. Dan terpenting

“Dengan mengakui bahwa ada kegagalan, setidaknya kita juga telah mengakui bahwa ada yang perlu kita perbaiki agar kegagalan serupa tidak terulang kembali”

Sekian dari saya, semoga di tahun ini saya dapat lebih sering menuliskan artikel hehehe,

Salam

Dewa

dewaputuam

I'm a Disaster Analyst, Agro-Climatologist, and GIS Analyst. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe reading too.

2 comments

  • Ni Nade Sri Andani

    January 13, 2019 at 9:39 pm

    Wah..selamat untuk rumah barunya nggih.
    Semoga makin rajin ngepost.

    Reply

    • dewaputuam

      January 13, 2019 at 11:06 pm

      trims mbok,.. Arvignam astu moga moga semakin semangat ngeblog di taun ini hehehe

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *