main

Daily LifeUncategorized

Menata Ulang 2019

January 12, 2019 — by dewaputuam3

Ditahun yang masih tergolong baru ini saya ingin melakukan perombakan yang sedikit besar dalam kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat dan tentunya pribadi saya. Mungkin akan terbaca sebagai suatu yang klise atau entah dengan sebutan lainnya seperti anget anget tai dinosaurus ataupun apapun lah, hal itu tidak begitu penting. Kembali ketopik awal, tahun ini seperti ahun tahun kemarin tentunya ada beberapa target capaian yang ingin saya kejar dan salah satunya lebih rutin menulis di Blog ini. Untuk itu sekalian sebagai pengingat jikalau nanti saya lupa akhirnya saya menulis target target saya di tahun 2019 di post ini, post yang sedang anda baca.

Menata Ulang Keuangan

Ini menjadi salah satu kelemahan terbesar saya dalam tahun 2018. Saya akui bahwa saya merupakan orang tidak begitu baik dalam mengelola keuangan. Pengeluaran saya bulan desember bisa sampai 150% dari pendapatan saya hahaha. Saya baru sadar pengelolaan keuangan saya begitu buruk sehingga menggerus tabungan saya. Untuk mengatasi hal tersebut di tahun baru ini saya kembali merutinkan mencatat pengeluaran dan memulai mencoba menginvestasikan sebagian penghasilan saya kedalam Reksa Dana dan Emas.

Uang uang dan uang (Sumber: all-free-download.com)

Mungkin karena hal baru bagi saya, saya sangat semangat mengamati pergerakan nilai investasi saya naik dikit dikit satu sen demi satu sen meningkat kadang turun. Setelah rutin dan sudah belajar sedikit pola polanya mungkin ada baiknya kita coba di saham tahun depan. Oia agar lebih spesifik saya menargetkan tahun ini saya dapat memiliki tabungan sebesar 100juta. Amin

Memperbaiki Budaya Literasi Saya baik Baca maupun Tulis

Ini juga merupakan salah satu kemunduran yang saya lakukan pada tahun 2018. Dari sebelumnya pada tahun 2017 saya dapat melahap 38 buku baik fiksi dan nonviksi. Pada tahun 2018, menyedihkannya saya hanya dapat menyelesaikan membaca 8 buku saja. Hal ini menurut saya penurunan yang sangat drastis. Penurunan kuantitas bahan bacaan saya pada tahun 2018 tidak ada hubungannya dengan tingkat kesibukan saya yang meningkat. Bahkan sebaliknya, pada tahun 2017 adalah tahun yang cukup riweh bagi saya bolak balik Jakarta Bogor via kereta, dan tugas ke beberapa daerah 3 kali ke bali dan kemudian ke Kalimantan. Namun kesemuanya saya dapat mencuri curi waktu untuk membaca. Sedangkan ditahun 2018, saya habiskan dengan bermain game hehehe, seru sih tapi kurang meninggalkan kesan.

Tidak hanya jarang membaca, Blog yang baru saja saya beli awal tahun lalu pun cukup terbengkalai dengan sedikitnya artikel yang saya hasilkan. Berkurang drastisnya bahan bacaan maupun hasil karya karya tulis saya pada tahun 2018 sepertinya menurunkan IQ saya sekian digit dan pembendaharaan kata saya pun semakin kurang dan jujur saya merasa Bodoh sekali pada tahun tersebut.

Ilustrasi Membaca Buku (Sumber: dreamstime.com)

Untuk mengatasi hal tersebut kekurangan bahan bacaan dan karya tulis saya di tahun 2018, pada tahun 2019 ini saya menargetkan untuk kembali rajin membaca setidaknya dapat menyelesaikan 40 Buku pada tahun ini dan untuk tulisan saya akan sisihkan waktu saya setiap hari untuk memproduksi tulisan saya dalam blog ini. Dalam hal ini saya mungkin akan kurang begitu mengharapkan untuk menghasilkan tulisan yang wah dan berkualitas. Namun saya akan berfokus pada rutin dahulu agar lebih lancar menuliskan ide ide saya baru nanti pada bulan bulan berikutnya akan saya bubuhkan dengan ide ide unik dan berusaha meningkatkan kembali kualitas tulisan saya.

Meningkatkan Kontribusi Saya Khususnya dalam Bidang Kebencanaan

Poin ini sengaja saya tambahkan biar kelihatan seperti orang bener hehehe. Tapi sejujurnya saya sedikit risau dengan kurangnya kontribusi yang saya berikan pada tahun 2018 untuk bidang yang saya geluti sekarang yakni dalam manajemen Bencana di Indonesia. Pada tahun 2018 kita dilanda beberapa bencan besar. Selain dampaknya yang juga sangat besar, kita juga sebenarnya diingatkan tentang masih kurangnya kemampuan kita dalam memanajemen bencana. Masih ada kekurangan di sana sini baik yang berdampak sangat signifikan maupun berdampak kecil dan bersifak kosmetik saja. Ada dua permasalahan pokok yang saya tangkap selama bekerja di bidang ini yang saya rasa menyebabkan masih kurang baiknya penanganan bencana di negeri kita yaitu kerja kita yang masih kurang jelas (atau lebih suka saya sebut sporadis) dan masih banyak diantara kita yang membawa ego sektoral kita ke lapangan.

Petobo Kini (Foto by Ana)

Yah meskipun saya hanyalah kaleng kaleng dalam manajemen bencana tetapi pada tahun 2019 ini saya akan lebih fokus pada pengendalian kedua pemasalahan yang saya sebutkan tadi yakni (jangan sporadis dan tekan ego sektoral). Untuk mengurangi keacakan kita dalam bekerja saya mulai menyicil sedikit sedikit SOP yang perlu tim kami lakukan, dan pada akhir tahun lalu pun saya sedikit mencoba membantu tentang pembuatan SOP untuk nasional. Dan pada tahun ini saya akan mempelajari bagai mana manajemen dan analisis data yang baik dan kira kira dibutuhkan dan dibutuhkan saat terjadi bencana. Dan hal yang paling penting adalah

Libatkan lah hati dalam bekerja, Karena pekerjaan ini bukan hanya bekerja pada angka mati, melainkan angka yang menggambarkan Manusia, manusia yang sama dengan kita, memiliki orang orang yang sayang dan disayangi mereka”

(Dewa 2019)


dewaputuam

I'm a Disaster Analyst, Agro-Climatologist, and GIS Analyst. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe reading too.

3 comments

Leave a Reply