main

Daily LifeUncategorized

Ketika Jakarta Tak Sepenuhnya Baik

February 26, 2019 — by dewaputuam0

10-960x960.jpg

Pada tulisan ini saya ingin sedikit berkeluh kesah terkait runtuhnya ekspektasi saya terhadap lingkungan sekitar kita dalam dua minggu terakhir. Yah mungkin sedikit munafik kalau dulunya saya menganggap dunia kita ini dipenuhi oleh orang orang baik dan suka menolong. Mungkin pula terlalu polos jika dulu saya menganggap dibalik semua keajaiban tindakan aneh2 setiap orang ada kebaikan. Hingga suatu ketika saya menemukan the rotten one and then i met something that same with another one i met before (rotten 2 maybe). I prefer to use “something” then use “someone” #lol. Yah mungkin saja saya juga salah karena terlalu berekspekasi, Sesuatu yang kita ekspektasikan kadang (sering kali) berbalik menyakiti kita #eaaaaa.

Kita Sebut Saja Dia Zombie Betina Kapitalis

Sosok ini nih yang bikin kesel luar biasa. Saya tidak sebegitu yakin masih ada hati manusia yang bercokol dalam sosok tersebut. Okay saya akui ini memang sedikit berlebihan bagi sebagian orang, yah agak sedikit berlebihan juga sih bagi saya, tapi cukup bagus si istilah itu jadi saya putuskan untuk menggunakan istilah itu dalam tulisan ini wkwkwkwk. Seorang zombie betina ini sadis banget woy, saya bingung harus bercerita dari mana agar menarik. Intinya si dua minggu lalu saat saya selesai beli dan makam mie rebus rasa kari ayam (jadi pingin), tiba tiba perut saya tidak begitu enak karena mungkin seharian keasikan main PUBG yak sehingga saat diisi mie yang agak pedes, perut jadi memberontak hehehe. Singkat cerita karena merasa tidak enak badan dan sudah keringat dingin, saya pun memutuskan untuk duduk duduk sebentar di depan warung Zombie betina tersebut. Karena sudah tak tertahankan akhirnya sayapun jackpot (muntah) di depan warung tersebut. Oke sampai disini saya masih belum ada kesal kepada siapa siapa dan sedikit berpikiran positip bahwasannya akan ada sedikit bantuan ntah dari ibu ibu diwarung tersebut ataupun setidaknya orang orang yang sesekali melirik saya melihat yang tidak beres.

Zombie betina 1 lewat ngelesot tanpa lihat saya, dan ke warung dekat saya hendak membeli otak segar mungkin, atau daging manusia. Saya yang masih merasa kurang enak badan meminta sedikit bantuan, pada zombie betina 1.

“Bu, maaf, bisa minta tolong tidak, saya ingin membeli air mineral 1.5 liter bu satu saja.” saat itu saya berniat ingin membeli aqua untuk membersihkan muntahan saya di trotoar depan warung zombie tersebut. Zombie 1 menoleh dan mengambil uang saya dengan semena-mena dan penuh kesombongan. Kemudian menukarkannya dengan sebotol air mineral dan juga kembalian uang saya. Sambil memberi air mineral tersebut, zombie satu pun berceletuk kepada saya

“Kamu habis minum ya” tanyanya retoris, saya tahu dia sudah menghakimi dan tidak memerelukan jawaban, namun agar sopan pun saya menjawabab ” Tidak bu, saya cuma g enak badan saja” Tiba tiba zombie 2 mendongakkan kepala kearah saya, dari warungnya dan berjeletuk sampah ” Iiiiih itu muntah lu ya,.. jorok banget, cepet bersihin, itu ada sapu dan airnya kurang tuh sini beli lagi” Mendengar itu seketika respek dan ekspektasiku terhadap orang orang di Jakarta runtuh seketika. Dalah hatiku berderet sudah kutukan dan sumpah serapah agar zombie 2 itu secepatnya masuk surga, bilaperlu hari itu juga. Saya tidak habis pikir ada seseorang sejahat dan se kapitlis itu. Saya juga tidak habis pikir sebegitunya orang mencari uang.

Karena kesal sayapun membeli lagi air mineral dua botol lagi dan menyimram kemudian menyapu muntahan saya, Dengan dongkol seselesai membersihkan kekacauan itu saya menghempaskan sedikit sapu kelantai dan membiarkan sisa sisa botol tertinggal tanpa mengucapkan kata pada sang empunya warung yang tidak lain adalah Zombie betina kapitalis.

Mengalami hal tersebut, saya tentunya kecewa berat, saya tidak habis pikir jika selama ini saya menemukan banyak sekali orang baik yang rela berkorban, orang baik yang dengan begitu mudah menolong, bahkan ada beberapa orang yang seharusnya jahat (pecopet) ternyata masih ada sisi baiknya yah seperti dulu saya pernah mengambil balik dompet saya yang telah dicopet, Ada banyak sekali contoh contoh orang baik yang saya temui selama ini sehingga berpikiran bahwa semua orang pada dasarnya baik.

Tapi semua ekspektasi sayapun berubah setelah kejadian ini, saya mungkin sedikit skeptis dengan orang orang sekitar yang rasanya meski terkadang baik, namun jahat juga merupakan dasar dari mereka. Baik dan jahat akan terus berada dalam diri orang, dalam orang paling baik pun akan selalu ada sedikit jahat disana, dan cukup fair bila saya ambil suatu kesimpulan

Ketika Kita Memahami Bahwa Jakarta Tak Sepenuhnya Baik, Kita Juga Telah Memahami Secara Tidak Langsung Bahwa Jakarta Juga Tidak Sepenuhnya Jahat #Mungkin

(dewaputuam.com)

Sekian dari saya hari ini, mungkin tulisan yang cukup membosankan tapi tak papa lah hehehe,..

Salam

Dewa Putu AM