Pemetaan Jalur Evakuasi Berbasis Banjar
Program SIAP SIAGA bersama BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem menjalankan pemetaan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini berbasis banjar untuk kawasan rawan bencana (KRB) II dan III Gunung Api Agung. Tim pemetaan melibatkan perwakilan desa yang dilatih menggunakan QGIS dan dukungan drone dari Open Street Map (OSM), mencakup desa-desa seperti Datah, Pidpid, Amertha Bhuana, Tulamben, Pempatan, dan Besakih. Proses verifikasi lapangan menemukan kompleksitas sosial signifikan, misalnya di Desa Amertha Bhuana jumlah banjar adat aktual (18) jauh melebihi hasil pemetaan awal (6), sehingga diperlukan pemetaan ulang. Balai banjar teridentifikasi sebagai lokasi evakuasi yang lebih aman dan efektif dibandingkan solusi darurat konvensional seperti lapangan terbuka, yang pernah terkendala banjir saat digunakan sebagai titik pengungsian. Hasil pemetaan dituangkan dalam peta digital interaktif dengan QR code untuk memudahkan akses informasi risiko oleh masyarakat, dan model ini dinilai berpotensi direplikasi ke daerah lain. Inisiatif berlanjut ke 2026 dengan cakupan lebih luas, termasuk sinergi desa adat-dinas dalam PRB-API di Desa Temukus dan penguatan rencana evakuasi inklusif di Besakih.
Cakupan Data
- Kawasan Risiko Bencana (PVMBG)
- Lokasi Banjar asal sebagai titik kumpul
- Lokasi Banjar tujuan sebagai titik evakuasi
Pemetaan ini bukan hanya sebuah project untuk menghasilkan peta, namun proses bersama dalam menghasilkan suatu kesepakatan strategis untuk penguatan kesiapsiagaan bersama hingga level banjar dengan pelibatan masyarakat secara bermakna .
BPBD Karangasem
wkwkwk kenapa Buce
Oitss
huum mbo ngebut bener berkembangnya ini, kalau dikejar ngos2an tapi kalau nda di kejar malah kurang pas juga ya
Ya.. dunia digital berkembang dg sangat cepat. Rasanya ngos-ngosan memang jika melihat pesatnya laju inovasi di pasaran
terimakasih mba :)
project yang sangat bagus