Film Twister: Tornado dan Makna Kemanusiaan

126
0

Masih ingatkah dengan peristiwa “Tornado Rancaekek, Bandung” yang terjadi pada hari rabu 21 Februari 2024 lalu. Kejadian Tornado yang sempat membuat heboh dan ramai diperbincangkan karena dianggap sebagai Tornado pertama di Indonesia.

Terlepas dari perdebatan apa yang terjadi apakah angin kencang di Rancaekek tersebut adalah Tornado atau bukan, pada beberapa tahun belakangan ini kita semakin sering mendengar adanya gangguan cuaca yang ekstrem masuk ke wilayah Indonesia. Gangguan cuaca tersebut menimbulkan kerusakan dan sangat disayangkan beberapa juga ada korban jiwa.

Dengan semakin berkembangnya teknologi yang ada sekarang, gangguan cuaca sebenarnya sudah dapat diprediksi dengan tingkat akurasi yang cukup baik meskipun masih ada ruang perbaikan untuk meningkatkan kembali akurasinya mengingat untuk wilayah tropis banyak faktor yang berpengaruh pada cuaca khususnya yang sifatnya lebih lokal.

Kembali pada pembahasan Tornado, saat ini sedang tayang sebuah film yang menurut saya sangat menarik untuk ditonton. “Twister” yang disutradarai oleh Lee Isaac Chung ini mengajak kita bertualang bersama Kate Cooper seorang Meteorologist yang mempunyai ambisi untuk berburu dan menjinakkan Tornado.

Harga yang Harus Dibayar dari Sebuah Impian Kate

Di awal film kita akan disuguhkan mata berbinar nan ambisius Kate untuk mengerjakan project penelitiannya sainsnya tentang upaya penjinakan Tornado bersama teman-teman dan pacarnya. Dengan beberapa tong berisi aerosol yang berfungsi untuk menyerap kelembaban dari tornado Kate dan tim berharap dapat meredakan Tornado yang mereka buru dan juga ratusan bola berisi perangkat GPS dan sensor yang juga akan diterbangkan bersama aerosol untuk memonitor perkembangan Tornado sebagai bahan analisis mereka.

Hal yang menarik dari Kate adalah kemampuan dalam analisis tanda alam di lapangan sehingga bisa memberikan prakiraan kemunculan dan pergerakan dari tornado. Dibantu dengan pemantauan real time citra satelit suhu puncak awan mereka memulai perburuan Tornado. Namun sayangnya antusias mereka kemudian berubah menjadi musibah, tornado yang mereka kejar dari yang sebelumnya EF2 tanpa disangka sangka berubah menjadi skala paling tinggi yakni EF5./

Skala Kekuatan Tornado

Begitu besarnya kekuatan tornado EF5 yang mereka hadapi tersebut, objek dan bangunan yang ia lewati tidak hanya terbang tetapi seolah olah terurai menjadi serpihan kecil dan terbawa ke atas dan berputar bersama angin Tornado.

Karena kejadian itu 3 orang teman Kate termasuk pacarnya terbang dan menghilang dibawa oleh Tornado EF5 itu, dan kemudian hilang sudah ekspresi percaya diri dan ambisius dari Kate digantikan dengan wajah penuh rasa bersalah.

Tornado Internal dan Pertemanan Kate, Namun Semua Ditarik Kembali pada Kemanusiaan

Hal yang saya suka di film ini, meskipun yang menjadi cerita utama adalah tentang Tornado dengan berbagai teori dan istilah meteorologinya namun film bukanlah film yang menarik bila tidak ada drama di dalamnya.

Berbagai lapis konflik dibangun dengan rapi dan tidak berlebihan oleh sang sutradara, yang di dalamnya ada kisah pertemanan antara Kate bersama temannya yang juga selamat dari musibah di awal cerita tadi yang kemudian mengajak Kate kembali terlibat dalam upaya untuk mempelajari Tornado dengan teknologi baru yang ia bawa dan didanai oleh seorang investor.

Selain konflik antar teman, muncul juga karakter lainnya seorang youtuber pemburu konten Tornado yang secara barbar menantang maut berhadapan bahkan masuk ke pusat tornado dan “meluncurkan kembang api di pusat tornado” untuk sebuah konten.

Trailer Film Twister, bukan Sekedar Pemburu Tornado

Persaingan antara para meteorologist terbaik di dunia dengan para kru youtuber pemburu konten tornado pun disajikan dengan sangat menyenangkan. Kate dengan keahliannya dalam membaca dinamika cuaca menjadi pembeda dalam perburuan Tornado tersebut dan di pihak Youtuber juga dipimpin oleh seorang ahli cuaca yang tidak bisa diremehkan yang memiliki kemampuan membaca cuaca nyaris menyamai Kate namun dengan “sedikit kegilaan”.

Dalam hingar bingar keseruan persaingan yang disajikan antara pakar dengan Youtuber itu tiba-tiba kita sebagai penonton seperti ditampar dan dikembalikan pada realitas bahwa Tornado bukanlah sekedar peristiwa alam yang menakjubkan. Dibalik itu ada tragedi kemanusiaan yang terjadi. Tornado adalah bencana, yang di dalamnya menyisakan kesedihan dan trauma mendalam bagi para korbannya.

Dari tamparan itu, kejadian Tornado membuat twist yang mengubah cara pandang kita terhadap tim para pakar yang elegan dengan para youtuber yang urakan. Kita diajak berpikir kembali pihak mana yang sebenarnya “keren” dan pihak mana yang “gila”. Setelah itu mulai banyak hal yang membuat kita berpikir lebih mendalam kembali tentang kita sebagai manusia saat bencana terjadi.

Berpikir Kembali, Tentang Kita yang Bukanlah Siapa-siapa bila Dihadapkan dengan Bencana

Kengerian dari kejadian bencana Tornado EF5 yang ditampilkan dalam film Twister ini membuat saya kembali teringat dengan cerita-cerita dari para penyintas kejadian bencana yang pernah saya temui. Dalam setiap cerita mereka terdapat sebuah kesamaan tentang kita hakikatnya tidaklah berdaya dan bukanlah siapa-siapa bila dihadapkan dengan bencana alam. Saat menghadapi bencana satu-satunya hal yang dapat kita lakukan hanyalah berusaha semampunya untuk bertahan hidup meskipun sekecil apa pun peluang hidupnya mereka selalu berusaha untuk hidup dan memanfaatkan semua peluang mereka itu untuk tetap hidup. (baca tulisan saya sebelumnya)

Jujur saja dalam beberapa bulan belakangan ini saya sempat lupa dengan cerita-cerita mereka. Sebagai salah satu dari sedikit orang yang berkecimpung di dalam dunia penanggulangan bencana kita perlu selalu ingat bahwa yang kita tangani adalah hidup banyak orang yang juga sama seperti kita yang harus kita usahakan sekuat tenaga untuk sebanyak banyaknya kita selamatkan bagaimanapun caranya.

Dari film ini juga saya sangat terkesima dengan begitu ambisiusnya para pemburu Tornado ini untuk mencapai cita cita mereka. Dalam salah satu adegan ada dialog mengharukan dari Ibu Kate saat Kate akan menyerah dengan ambisinya untuk menjinakkan Tornado yang mengingatkan di balik Ambisi Kate tersebut sebenarnya ada misi untuk mengubah dunia dan menyelamatkan banyak orang.

Berlindung di dalam Sebuah Bioskop masih bukan menjadi Pilihan yang Baik

Oh ia, saya juga takjub dengan sistem peringatan dini yang ditampilkan di sana ketika Tornado datang, tidak hanya memanfaatkan Toa-Toa yang terlihat tua namun juga semua ponsel cerdas masyarakat di sana mendapatkan peringatan dini dari pemerintah.

Semoga kedepan kita memiliki sistem peringatan dini yang secanggih itu ya, yang memastikan para masyarakatnya terinformasikan dengan baik. Meskipun dari film tersebut juga kita sebenarnya diingatkan peringatan dini saja tidaklah cukup, dan perlu disertai dengan rekomendasi aksi dini yang perlu kita lakukan ketika kita menerima peringatan tersebut.

Film tersebut menampilkan beragam reaksi orang terhadap peringatan dini yang mereka terima. Beberapa orang mengabaikannya, menganggap peringatan tersebut sebagai alarm palsu. Ada pula yang ingin merespons namun panik, sehingga mengambil tindakan yang salah dan membahayakan diri sendiri.

Film ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya pembangunan yang memperhatikan upaya pengurangan risiko bencana. Hal ini ditunjukkan melalui adegan yang memperlihatkan meskipun masyarakat telah berusaha keras dan dengan cara yang benar, namun karena ketiadaan fasilitas seperti bungker, mereka terpaksa berusaha lebih keras lagi untuk menyelamatkan diri, seperti berlindung di dalam bioskop atau kolam renang yang kering. Hal ini tentunya bukan tempat berlindung yang baik dari sebuah tornado mematikan.

dewaputuam
WRITTEN BY

dewaputuam

I'm a Disaster Analyst, Agro-Climatologist, and GIS Analyst. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe reading too.

Leave a Reply

Total
0
Share

Discover more from Dewa Putu AM

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading