Dark Light
Menata lagi Keuangan dengan cara [Jenius]
[drop_cap type=”1/2/3″]T[/drop_cap]ahun 2018 lalu merupakan tahun yang luar biasa bagi saya. Banyak kebodohan finansial yang saya lakukan pada tahun tersebut sehingga gaji dan hasil jerih payah saya selama berbulan bulan cepat sekali menguap dan hilang tidak tahu kemana rimbanya. Pada tahun tersebut banyak sekali pengeluaran pengeluaran impulsif terjadi begitu saja, habis uang di kantong tarik atm kemudian habis lagi dan tarik lagi begitu seterusnya hingga sesekali di ATM pun terkadang habis dan perlu megorek ngorek tabungan yang sengaja disimpan ditempat lain untuk pegangan dana darurat. Pada tahun tersebut saya [untungnya] iseng mencatat pengeluaran saya dalam satu bulan, dan munculah suatu fakta mengerikan bahwa saya dalam bulan Desember 2018 telah menghabiskan 150% dari penghasilan saya. Pada saat itu saya syok sekaligus terheran heran, ternyata gaji saya selama ini tidak menambah saldo tabungan saya justru menggerus dikit demi sedikit tabungan dan simpanan dari berbagai bonus dan kegiatan yang saya lakukan selama ini.

Itu merupakan titik balik pengelolaan finansial saya [mungkin]. Saat itu juga saya merasa jika dibiarkan seperti itu terus kesehatan finansial saya akan terancam dan bukan tidak mungkin masa depan pun akan suram. Sesaat saya terbayang bagaimana masa depan saya sebagai lelaki tua kurus lusuh dan tanpa uang tentu sangat mengerikan. Saya tidak mau berakhir seperti itu dan saya harus secepatnya mulai berubah dan lebih baik lagi dalam mengelola keuangan saya setidaknya demi kesehatan finansial yang lebih baik. Untuk hal tersebut selama 2019 ini saya mulai menerapkan Beberapa strategi untuk mengelola keuangan pribadi saya.

[highlight]Menggunakan Platform Penyimpan dan Pengelola Uang yang Bisa Diandalkan[/highlight]

Pada awal awal ahun 2019 saya mulai memindahkan uang saya pada suatu platform fintech dari dari Bank BTPN yang bernama Jenius. Saya sebenarnya sudah lama mendengar Jenius namun baru awal tahun ini saja mencoba menggunakannya karena terpengaruh pembicaraan dan saran dari rekan kantor saya, selama beberapa haripun saya melakukan riset kecil kecilan apakah platform ini dapat saya andalkan untuk memenuhi kebutuhan saya. Beberapa poin penting yang saya garis bawahi sebagai prasyarat saat itu untuk memutuskan apakah platform Jenius dapat memenuhi kebutuhan saya antara lain:

  • Platform tersebut harus Aman dan Terpercaya, Saya tidak ingin menitipkan uang saya pada suatu platform yang tidak jelas dan sulit untuk dipercaya. Karena Jenius merupakan produk salah satu bank BUMN dan sampai sejauh inipun tidak ada keluhan-keluhan signifikan yang saya temukan dari penelusuran saya maka untuk poin ini saya anggap Jenius Aman dan Terpercaya.
  • Platform tersebut harus sesederhana mungkin sehingga mudah digunakan untuk sekedar mengecek saldo, transfer, dan transaksi lainnya. Dalam hal ini saya rasa Jenius cukup sederhana dan mudah dipahami, tidak perlu token tokenan dan bisa melakukan transaksi dari sekedar cek saldo hingga transfer lainnya dengan mudah tanpa mengorbankan faktor keamanan karena sudah memakai pasword sidik jari.
  • Harus ada keunggulan lain dibandingkan fintech dari perbankan lain, Terkait hal ini saya rasa Jenius juga memiliki keunggulan yang menjadi faktor penentu saya menggunakan Jenius adalah Keberadaan kantong kantong penyimpanan uang dengan berbagai macam keunggulannya. Selain pada rekening utama kita juga dapat menyimpan uang kita pada kantung lain antara lain Flexi Saver, Dream Saver dan Maxi Saver. Dari kantung kantung rekening ini ada banyak keuntungan menarik yang diwarkan. Dengan Felxi Saver kita akan mendapat tawaran Bunga yang cukup besar yakni 5% p.a. dan dengan flexibel dapat kita setor dan tarik ke rekening utama sesuai kebutuhan. Saya biasa menempatkan uang saya pada kantung ini agar bunganya besar karena meski dicairkan bulanan bunga dari flexi saver ini dihitung harian. Jika ada minimal 10 juta uang yang tidak kita gunakan selama minimal satu bulan maka kita juga dapat mendepositkan uang tersebut dalam Maxi Saver dengan bunga yang maxi tentunya yakni sekitar mencapai 7% p.a. Sedangkan Dream Saver merupakan kantung yang dapat kita atur secara otomatis mengkeep uang dari rekening utama kita tiap rentang waktu tertentu hingga uang mencapai jumlah yang kita inginkan misalkan untuk membeli kamera atau bahkan mobil hehehe. Untuk Dream Saver bunganya sama dengan Felxi Saver yakni 5% p.a.
Say Hay to Jenius (Sumber: Jenius

Dengan Platform Jenius saya terus memantau pengeluaran yang saya lakukan dan dengan jenius juga kita dapat mengisi saldo dompet dompet digital kita seperti Gopay, OVO TCash dan MTIX. Untuk hal ini justru membuat saya lebih boros sih hehehe tapi sekaligus lebih irit mengingat untuk Gopay dan OVO selama beberapa waktu ini masih menebarkan promo promo spesialnya. Ada satu fitur lagi yang belum saya gunakan, yakni 3 jenis kartu debitnya yang dapat digunakan seperti kartu kredit (karena tergabung dengan grup VISA) sehingga bisa digunakan dimanapun dan juga dapat dipakai untuk melakukan pembelian online. Karena pada dasarnya merupakan kartu debit jadi yang diambil adalah uang sebesar yang kita isi pada kartu dan bukan berhutang [aman lah ya].

Layanan ini belum sempat saya gunakan tetapi kedepannya mungkin akan saya gunakan untuk membayar langganan beberapa aplikasi penunjang kegiatan kerja saya seperti ArcGIS dan juga memperpanjang Blog yang sedang saya gunakan ini. Baru itu yang terpikir oleh saya, kurang tahu kedepannya akan saya gunakan seperti apa. Pada intinya dengan Jenius ini pengeluaran saya lebih dapat saya monitor dan kontrol.

Sebagai konsumen Jenius, Masih banyak lagi cara cara Jenius memanfaatkan platform ini agar mendapatkan keuntungan lebih maksimal. Untuk lebih jelasnya teman teman dapat mengunjungi alamat Jenius Co Create disana kita dapat urun ide dan mencari cari ide kira kira fitur apa yang kita butuhkan dan dapat kita gunakana dengan Jenius.

[highlight]Meningkatkan lagi Kedisiplinan dalam Membuat Catatan Keuangan[/highlight]

Selain menggunakan aplikasi Jenius, saya juga menggunakan aplikasi android lain untuk mencatat secara manual pemasukan dan pengeluaran harian saya. Setiap sen uang yang saya keluarkan saya catat dengan teliti dan memberikan batasan batasan wajar dan bersahaja untuk keperluan keperluan tertentu seperti hiburan dan konsumsi saya. Dengan strategi tersebut saya dapat mengerem pengeluaran saya jika sudah mendekati batas batas yang saya tentukan. Misalkan untuk konsumsi butget saya tinggal sedikit ya saya tidak lagi cari makan makanan yang tidak perlu dan mahal.

Kalau meminjam istilah ayah saya “Kita tu makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”. Jika filosopi tersebut saya terapkan pada konsumsi saya maka dapat diartikan bahwa apa apa yang kita konsumsi, baik makan, dan barang barang lainnya musti sewajarnya dan untuk memenuhi kebutuhan kita. Jangan bertindak sebaliknya yang hidup hanya untuk konsumsi saja.

[highlight]Mulai Berinvestasi pada Emas dan Reksa Dana [/highlight]

Setelah menemukan platform yang sesuai untuk menyimpan dan rajin mencatat semua pendapatan dan pengeluaran saya secara rapi maka langkah selanjutnya adalah menjaga kesehatan finansial kita dari gerusan inflasi dan menyiapkan keperluan keperluan masa depan. Untuk memenuhi dua kebutuhan tersebut maka pada tahun ini juga saya memulai untuk belajar berinvestasi. Saya akui ini memnag sudah cukup telat namun saya rasa kesehatan finansial saya masih lebih dapat tertolong bila saya mulai sekarang dari pada tidak sama sekali.

Invest (Sumber: vectorpouch via Freepik.com )

Agar lebih aman dan memperkecil kemungkinan menguap saya memutuskan untuk membeli beberapa produk investasi yang akan saya tingkatkan secara berkala. Produk investasi tersebut berupa Emas dan Reksa Dana. Saya memilih Emas karena nilainya yang lebih stabil dari uang yang kita simpan dan tentunya sekalian nyicil untuk semacam mas kawin mungkin rasanya akan lebih ringan jika sudah mulai menyicil [hehehe]. Untuk membeli emas saya menggunakan Aplikasi android dan secara menggembirakan juga bekerja sama dengan Jenius sehingga saya mendapatkan Cashback untuk pembelian jumlah minimal tertentu dan pada hari tertentu juga. Untuk sobat missqueen seperti saya, tawaran tersebut tentu sangat menarik. Pembeliannya pun sudah menggunakan fitur Payme dan $Cashtag dari jenius sehingga proses pembayarannya menjadi lebih mudah.

Selain emas saya juga berinvestasi pada Reksa Dana dan lagi-lagi sebagai generasi milenials saya menggunakan suatu aplikasi android untuk bertransaksi reksa dana saya. Karena saya termasuk orang yang agak konserfatif maka produk reksa dana yang saya beli terbagi dalam dua kelompok yakni Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Saham dengan perbandingan 2:1, saya melakukan hal tersebut agar setidaknya risiko penguapan di reksa dana saham saya dapat di buffer oleh reksa dana pasar uang. Sejauh ini sih strategi tersebut saya rasa cukup jitu dan tidak terlalu membuat waswas dibandingkan saya terjun secara bebas ke reksa dana pasar modal saja. Untuk membelinya saya juga memanfaatkan fitur transfer pada Jenius. Sebenarnya cukup disayangkan sih aplikasi ini tidak melakukan kerja sama dengan jenius untuk menggunakan fitur $Cashtag, mungkin bila terdapat fitur tersebut akan lebih mudah.

Dengan tiga strategi yang telah saya sebutkan diatas, saya berharap kesehatan finansial saya menjadi lebih baik dari tahun tahun sebelumnya dan kemampuan mengelolanya finansial saya juga dapat meningkat hingga mungkin kedepannya saya sudah cukup ilmu untuk masuk kedalam step selanjutnya yakni bermain langsung ke pasar modal (amin).

Saya rasa mungkin cukup itu saja yang dapat saya bagikan saat ini mengingat tulisan ini sudah terlalu panjang dan jika diteruskan akan semakin panjang lagi. Cukup sekian tulisan saya saat ini.

salam

Dewa Putu AM

4 comments

Leave a Reply

Related Posts
Total
0
Share