Pengalaman Menarik Berpartisipasi dalam Mandiri Jogja Marathon 2024

39
0

Pada tanggal 30 Juni 2024 ini saya berkesempatan untuk mengikuti event lari di Mandiri Jogja Marathon 2024 atau disingkat MJM2024. Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya berani mencoba kategori Half marathon 21K, pada tahun ini saya mencoba memberanikan diri untuk menjajal jarak yang lebih jauh lagi yaitu Full Marathon 42K.

Sebagai persiapan sebenarnya dari saya sendiri tidak begitu banyak, hanya konsisten lari saja dengan jarak yang juga tidak tergolong jauh. Menurut saya konsisten adalah kunci dari keberhasilan, termasuk untuk kasus Marathon ini. Salah satu event lari saya sebelum Marathon ini adalah acara Bali Trail Running, yang menurut saya lumayan untuk latihan saya meskipun sedikit rawan si kalau terkena cidera.

Oke langsung pada topiknya saja ya, pada tulisan ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya mengikuti Full Marathon pertama saya.

Venue Race Village yang Luas, Beragam dan Start yang Rapi

Satu hal yang saya sukai dari perhelatan Jogja Marathon adalah area berkumpul para peserta (Race Village) yang luas dengan beragam jajanan yang disajikan. Dengan demikian, para pelari yang minim persiapan bisa makan dan camil camilan dahulu sebelum ataupun sesudah race.

Selain race Village yang luas, pada saat kita akan start, kita para pelari akan dipilah berdasarkan kategori kecepatan lari yang kita pilih sebelumnya dan dibagi menjadi beberapa sub. Saya pada tahun ini memilih Sub 6 yang menargetkan bisa finish marathon sekitar 6 jam atau bila dikonversi pace yang menjadi target sekitar 7:45 menit setiap kilometernya.

Pacer untuk Sub 6 ada 3 orang yang membawa bendera biru

Setiap sub akan didampingi oleh para Pacer, yang di sub 6 ini menariknya karena termasuk pace lari santai jadi Pacernya juga mengajak kita lebih menikmati jalur yang ada (ada Mas Januar, Dewi dan Ello). Dalam setiap jalur kami diajak berinteraksi dengan para warga dan juga Marshal yang kita temui sambil tetap menjaga kecepatan lari dan sesekali berbagi trik soal lari dan juga logistik yang mereka bawa.

Jalur yang Indah dengan Tanjakan Panjang yang Menantang

Jalur yang kita tempuh sepanjang perlombaan cukup beragam dari jalur jalan yang lumayan luas namun didominasi oleh jalan sempit pedesaan, dengan pemandangan sawah dan gunung merapi. Mata kita akan cukup dimanjakan dengan pemandangan yang ada.

Belum lagi masyarakat yang menurut saya sangat ramah dan memberikan semangat buat kita-kita yang sedang berlari. Mereka menyemangati tidak hanya yang berkelompok besar yang membuat yel-yel untuk membakar semangat tetapi juga menyajikan berbagai atraksi kebudayaan seperti tarian-tarian dan juga ada dangdut-an hehehe.

Selain itu yang seru juga warga di sana meskipun terganggu mobilitasnya karena sebagian badan jalan digunakan untuk jalur pelari namun mereka dengan senyum di wajahnya mempersilahkan para pelari untuk menggunakan jalurnya.

Hal ini saya alami saat ada ibu-ibu yang terjebak macet dan terpaksa menggunakan jalur lari mengendarai motornya berjalan perlahan di belakang saya, saat saya beri jalan beliau justru mempersilahkan saya terus berlari sambil berkata “Silahkan saja mas engga papa mas semangat. Ada juga beberapa orang yang terjebak di dalam macet terus menyemangati kita saat kita sedang kecapean berlari, anak-anak kecil yang meminta toss kita dan terus memberi semangat. Sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan.

tetapi jujur memang jalur yang ditempuh cukup menantang, dipertengahan jalur hingga KM 25 kita terus dihadapi oleh jalan yang menanjakan dan akhirnya saya yang sampai setengah jalan menjaga pace harus tumbang cidera dan beberapa kali harus masuk penanganan medis yang ada di setiap Water Station yang ada untuk meminta dioleskan salep atau sekedar diseka dengan sebungkus es untuk meredakan rasa nyeri di kaki.

Ekspresi bahagia saya waktu berhasil mencapai garis Finish untuk Full Marathon Pertama Saya di Mandiri Jogja Marathon 2024

namun demikian saya tidak menyerah begitu saja karena saya tahu batasan saya dan terus saya coba akhirnya di 5 kilometer akhir kaki saya yang semula terasa sakit, berangsur angsur sudah sedikit terasa lebih baik sehingga akhirnya dapat saya push berlari kembali sampai finish. AKhirnya saya dapat menyelesaikan Marathon pertama saya 🙂

dewaputuam
WRITTEN BY

dewaputuam

I'm a Disaster Analyst, Agro-Climatologist, and GIS Analyst. I like drawing, writing, playing guitar, gardening, and maybe reading too.

Leave a Reply

Total
0
Share

Discover more from Dewa Putu AM

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading